51 Desa Sekabupaten SBB, Siap Gelar Pilkades Serentak.

  • Whatsapp
Kepla Dinas Pemberdayaaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten SBB, M.Pellu.
banner 728x250

Piru, FajarMaluku.com- Sebanyak 51 desa dari 92 desa di kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) akan mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang pertama. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa ( PMD) Kabupaten SBB, M. Pelu di sela-sela kegiatan Bimbingan Teknik (Bimtek) Pilkades di lantai 3 Kantor Bupati beberapa waktu lalu.

Pellu yang ditemui media ini mengatakan, sesuai dengan SK Bupati SBB yang telah ditandatangani oleh Drs. M. Yasin Payapo, M.Pd, ada 51 desa yang akan mengikuti Pilkades Gelombang Pertama.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Menurut Pellu, 51 desa tersebut tidak ditentukan oleh Pemerintah Daerah, tetapi ditentukan sendiri oleh desa-desa tersebut, lewat musyawarah BPD.

“Jadi kita kembalikan ke desa, mau ikut Pilkades atau tidak. Kenapa kita kembalikan ke desa, karena Pemda tidak perlu terlalu mengintervensi, agar mencegah jangan sampai ada desa yang salah menterjemahkan. Sehingga Pemda mengembalikan ke desa dan BPD untuk memutuskan, mau ikut gelombang pertama atau belum”. Jelas Pellu.

Lanjut Pellu, sampai ada saat pelaksanaan Bimtek ini, hanya ada dua desa yang sedikit terkendala terkait dengan keikutsertaannya di Pilkades serentak yakni, desa Maloang dan desa Lumapelu kecamatan Taniwel Timur.

Dijelaskan, untuk desa Maloang sendiri, memang tidak diikutkan dalam Pilkades gelombang pertama, akan tetapi pihak BPB memaksakan untuk ikut. Dengan demikian kata Pellu, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan semua BPD Maloang guna memutuskan bersama.

“Sedangkan untuk Lumapelu, BPD sudah sepakat untuk ikut Pilkades, tapi ada banyak komponen masyarakat yang belum mau. Makanya Bupati menyimpulkan, jika ada polemik seperti itu, lebih baik tidak diikutkan dulu. Tetapi, ini nanti kita koordinasikan dengan BPD Lumapelu juga”.

Terkait dengan desa Maloang yang sudah masuk dalam SK Bupati untuk menggelar Pilkades serentak, Pellu menyatakan jika polemik di desa berpengaruh sangat signifikan, maka pihaknya akan meminta Bupati untuk merevisi lampiran keputusan tersebut.

Pellu berharap, semua proses bisa berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan
Sehingga, Pilkades serentak di SBB bisa menjadi contoh di Maluku, karena ini pertama kalinya dilaksanakan Pilkades serentak di SBB dan Provinsi Maluku secara umum.

Untuk diketahui, berdasarkan Keputusan Bupati Seram Bagian Barat nomor 141-662 tahun 2019, 51 desa yang mengikuti Pilkades Serentak Gelombang Pertama anatara lain: Kecamatan Seram Barat sebanyak dua Desa yaitu Morekau dan Neniari.

Kecamatan Kiratu terdiri dari Hatusua, Waipirit, Waimital Uraur, Kamarian, seruauan.

Untuk Kecamatn Kairatu Barat antara lain Desa Waisarisa dan Waihatu.

Selanjutnya, Kecamatan Amalatu tiga desa yang mengikuti adalah Latu, Hualoy dan Rumahkay.

Kecamatan Inamosol sebanyak dua desa yaitu Rumberu dan Manusa.

Lima desa dari Kecamatan Elpaputih yaitu Wasia, Sanahu, Huku Kecil, Elpaputih, Simeith Pasinaro.

Untuk Kecamatan Taniwel sebanyak 13 Desa yang mengikikuti antara lain Birua, Pasinalo, Nukuhai, Lohiasapalewa, Taniwel, Niwelehu, Patahue, Rumahsoal, Kasieh, Uweth, Mornaten, Neniari dan terakhir Nikulukan.

Untuk Kecamatan Taniwel Timur, ada 12 Desa yang mengikuti yaitu Lumahlatal, Hatunuru, Matapa, Seakasale, Uwen Pante, Solea, Musihuwey, Tounusa, Waraloin, Sohue, Makububuy, dan Maloang.

Kecamatan huamual hanya satu desa yang mengikuti yaitu Desa Ariate. Sedangkan untuk dua kecamatan lainnya yaitu masing-masing untuk Kecamatan Huamual Belakang yaitu Alang Asaude dan Tonu Jaya. Sementara untuk kecamatan Kepulauan manipa adalah desa Tomalehu Timut dan Desa Tonu Jaya. (FM-02)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *