67 Warga SBB, Telah Kontak Dengan Pasien Positif Corona

  • Whatsapp
banner 728x250

Piru, FajarMaluku.com- Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) melakukan langkah cepat tracing terhadap warga SBB yang pernah melakukan kontak dengan Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19, tanggal 25 April lalu. Dari hasil tracing sementara, didapatkan 67 orang warga SBB pernah lakukan kontak.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Satuan Gustu Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten SBB, Hendrik Mandaku dalam press releasenya kepada wartawan, Senin (27/04).

Dijelaskannya, setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten SBB mendapatkan informasi resmi yang diumumkan secara resmi oleh Tim GTPP Provinsi Maluku terhadap salah satu pasien terkonfirmasi positif pelaku perjalanan (PP) dari Bau-bau berinisial HS (63) yang berziarah ke Kabupaten SBB Kecamatan Kairatu, desa Waimital (Gemba) maka, Tim dari Dinkes dan Puskesmas Waimital langsung diterjunkan mengumpulkan informasi dan melakukan tracing.

“Dari berbagai informasi didapatkan, bahwa HS sudah mengunjungi SBB sebanyak dua kali. Pertama di bulan Maret sekitar tgl 17 sampai dengan 28 maret 2020, dan kedua pada bulan April 2020.” Ungkap Mandaku.

Lanjutnya, kunjungan pertama di bulan maret HS melakukan perjalanan ke beberapa Desa antara lain Waimital dan dilanjutkan ke Waihatu, waitoso dan Kawa. Sedangkan untuk kunjungan ke dua, HS diperkirakan masuk 6 April 2020 langsung menuju desa Waimital dan bermalam di Penginapan Kaweasih, dan kemudian pada 13 April 2020 HS kembali ke Ambon.

Mandaku lebih lanjut menjelaskan, Selama di SBB, HS sudah melakukan kontak dengan warga sebanyak 67 orang yang tersebar di beberapa tempat.

“Sembilan orang diantaranya tanggal 28 maret dengan rincian Desa Waimital 2 orang, Waihatu 3 Orang, Waitoso 3 Orang, dan kawa 1 Orang. Sedangkan sebanyak 45 orang diketahui lakukan kontak pada tanggal 8 sampai dengan 10 April 2020,” jelas Mandaku.

Mandakau juga menyebutkan terdapat satu orang warga masyarakat yang diketahui sebagai tukang ojek yang mengantarkan HS ke Pelabuhan Waipirit pada tanggal 13 April masuk dalam kategori kontak erat dengan kasus HS.

Hasil tracing kata Mandaku, kemungkinan akan bertambah jumlahnya, karena Tim masih terus melakukan tracing untuk mendapatkan data dan informasi yang lebih akurat agar dapat dilakukan analisis yang lebih mendalam tentang siapa saja yang masuk dalam kategori kontak erat dengan HS.

Pada kesempatan itu kepada masyarakat, Mandaku menghimbau agar selalu ikuti anjuran Pemerintah. Tetap tenang dan jangan panik.

“Tetap tenang, jangan panik. Tracing akan terus kita laksanakan untuk memastikan bahwa masih ada orang yang kontak langsung dengan dia (HS). Tetap kita cari tahu, dan apabila memang ada tetap akan dilakukan pemeriksaan dengan teliti supaya kita punya daerah ini terhindar dari Covid 19”. Tutupnya. (FM-02)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *