86 orang Jalani Rapid Test, 3 diantaranya Positif

  • Whatsapp
banner 728x250

SBB, FajarMaluku.com- Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), telah melakukan tracing terhadap orang yang melakukan kontak dengan DAS Almarhumah yang positif Covid-19 asal desa Waimital. Alhasil, sebanyak 86 orang kontak erat jalani rapid test, 3 diantaranya positif (reaktif) Covid-19.

Hal ini disampaikan Kordinator GTPP SBB, dr. Y. Tapang, M. Kes saat siaran pers yang berlangsung di lantai 1 kantor Bupati, Sabtu (16/05/2020).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Tappang yang juga merupakan kadis Kesehatan kabupaten SBB itu menjelaskan tracing sudah dilakukan dan diperoleh sebanyak 132 orang yang melakukan kontak dengan Pasien DAS. Dari jumlah tersebut sebanyak 98 orang melakukan kontak erat.

“Setelah dilakukan tracing, kita mendapatkan jumlah seluruhnya 132 orang. Yang kontak erat 98 orang. Dari 98 itu kita sudah melakukan rapid test sebanyak 86 orang”.

Dirinya merinci 86 orang tersebut antara lain
Sebanyak 5 orang anggota keluarga termasuk suami DAS, 17 orang tenaga kesehatan puskesmas Kairatu yang merawat pertama sebelum dirujuk, 35 orang yang layak diperhitungkan kontak erat dengan jenazah almarhumah, 3 orang melakukan pemakaman jenazah, 14 orang yang memangku dan memandikan jenazah, 5 orang mengangkat jenazah ke tempat mandi, 8 orang mengkafani jenazah, 6 orang yang melakukan sjlhalat jenazah, dan 3 orang yang mengangkat jenazah.

“Dari 86 orang tersebut ada 3 orang yang reaktif dan sisanya non reaktif”. Jelas Tappang.

Dijelaskannya, masih terdapat 12 orang yang belum dilakukan rapid test disebabkan mereka masih belum ketemu. “Ada 12 orang belum ketemu, mungkin sebentar kita lanjutkan pencarian”.

Selain itu juga kata Tapang, sebanyak 8 orang sudah dilakukan Swab termasuk 3 orang yang dinyatakan reaktif rapid test dan 5 diantaranya adalah yang kontak sangat erat.

“Mudah-mudahan hari selasa atau hari rabu hasilnya keluar”. Ungkapnya

Terkait identitas 3 orang yang dinyatakan reaktif, Tapang membeberkan 1 diantaranya adalah pegawai puskesmas kairatu dan 2 lainnya adalah teman sejawat suami almarhum DAS.

Lebih lanjut, dia mengatakan ada 4 orang yang sudah diisolasi dirumah susun milik Pemda SBB. “Untuk sementara keluarga kita isolasi mandiri di rumah, sedangkan suami dan tiga orang yang reaktif kita isolasi di rumah susun”. Katanya.

Dikatakannya, terhadap mereka yang kontak dengan pasien DAS, langkah yang diambil GTPP SBB sudah berdasarakan Protab Covid-19.

“Menurut protab, kalau rapid test negatif maka kita menunggu 10 hari kemudian untuk di rapid lagi, tetapi kalau positif maka langsung di Swab. Nah kita sudah lakukan itu untuk 3 orang”. Ujarnya.

Bahkan lanjutnya, ada 5 orang lagi yang juga sudah dilakukan swab karena mereka termasuk kontak sangat erat, yaitu keluarga Almarhumah DAS.

Terhadap mereka yang dinyatakan negatif rapid test, Dirinya menjelaskan sesuai protab kan ada rapid test kedua yaitu 10 hari setelah rapid test pertama. “Ya, wajib dilakukan, hari ke sepuluh”. Tutupnya. (FM-02)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *