Abdullah Vanath Dampingi Istri Ikuti Pleno Hasil Verfak

  • Whatsapp
banner 728x250

Bula, fajarmaluku.com- Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), menggelar rapat pleno rekapitulasi terhadap verifikasi faktual pasangan perseorangan Rohani Vanant dan Ramli Mahu yang memiliki jargon Nina-Rama, untuk pemilihan kepala daerah (pilkada) 9 Desember mendatang, di aula KPU SBT, Senin kemarin.

Pleno tersebut dipimpin langsung oleh ketua KPU SBT Kisman Kilian yang didampingi empat komisioner lainnya. Sementara itu dari bangku pasangan perseorangan yang hadir saat rapat pleno tersebut, terlihat Rohani Vanath dan wakilnya Ramli Mahu serta didampingi kuasa hukumnya.

Selain mereka, nampak mantan Bupati SBT 2 periode Abdullah Vanath duduk disebelah istrinya yang merupakan bakal calon Bupati jalur perseorangan Rohani Vanath.

Kehadiran Abdulah Vanath atau yang biasa disapa AV itu selain mendampingi istrinya, dirinya juga bertindak sebagai Liaison Officier (LO) dari pasangan Nina-Rama.

Kehadiran Abdullah Vanath pada saat rapat pleno tersebut nampak membuat banyak orang yang hadir dalam rapat itu tercengang, bagaimana tidak, Abdullah Vanath yang merupakan salah tokoh politik besar di kabupaten (SBT), saat ini hadir dalam mengawal rekapitulasi hasil verifikasi faktual pasangan perseorangan itu.

Pantauan media ini saat jalannya pleno itu, nampak tokoh pemekaran SBT itu memberikan pandangannya terhadap jalannya rapat tersebut, lantaran terjadi silang pendapat antara Bawaslu dan KPU soal hasil verifikasi faktual yang dilakukan oleh PPS ditingkat desa sebelumnya itu.

Dalam kesempatan itu, Dulah mengaku tidak ingin menyalahkan siapa-siapa terkait dengan hasil Verfak. Kata dia, jika angka-angka tersebut mampu mempengaruhi angka Tidak Memenuhi Syarat (TMS) atau Memenuhi Syarat (MS), maka itulah yang akan diperjuangkan.

“Saya ingin berpendapat bahwa, saya tidak ingin menyalahkan siapa-siapa. sebab soalnya adalah jika angka-angka itu mampu mempengaruhi angka
TMS atau MS daripada pasangan Nina-Rama. Itulah yang patut kita perjuangkan,” ujarnya.

Catatan penting lanjut dia, adalah jika itu dikeluarkan diakhir Verfak maka menjadi pertanyaan bahwa angka-angka itu diverfak atau tidak. Dengan status TMS atau MS, dan kalau menjadi MS tentu pihaknya akan bersyukur.

Tetapi tambahnya, kalau itu memberi status sepihak, maka itu menjadi perjuangan timnya terhadap hak demokrasi orang.

“Begitu kira-kira pandangan saya. Bahwa kita menghindari perdebatan yang terlalu panas sebab kalau ada jalan keluar maka dapat diatur secara baik-baik,” ucap Mantan Bupati SBT itu.

Untuk diketahui, proses rekapitulasi hasil Verfak hingga kini masih dilakukan oleh pihak KPU SBT bersama para pihak terkait. (Bkr)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *