Akerina Kaget, Dokumen Keuangan Disimpan di Kos-kosan

  • Whatsapp
banner 728x250

Piru, fajarmaluku.com– Bupati Seram Bagian Barat (SBB) Timotius Akerina, SE, M.Si mengaku kaget setelah dirinya mengetahui adanya dokumen-dokumen negara milik Pemerintah Kabupaten SBB, disimpan dalam sebuah kos-kosan.

Adanya kos-kosan yang dipakai untuk menyimpan dokumen-dokumen tersebut, baru diketahui Bupati, setelah Satuan Khusus Anti Korupsi dari Kejaksaan Tinggi Maluku, melakukan penggeledahan dan penyitaan dokumen terkait kasus dugaan korupsi yang melibatkan Sekda SBB dan empat tersangka lainnya.

Terkait keberadaan dokumen-dokumen yang disimpan pada kamar kos bersama penghuni lain. Akerina yang ditemui saat menghadiri acara syukuran ulang tahun partai Nasdem, Kamis (11/11/2021) ini mengatakan, dokumen negara mesti disimpan di tempat yang tidak bisa dimasuki orang lain.

“Saya juga kaget, kalau dokumen-dokumen itu disimpan di disitu.” Paparnya.

Lanjut Akerina, mungkin keterbatasan ruangan di kantor, sehingga pihak BPKAD SBB menyewa kos-kosan untuk dijadikan gudang.

“Mungkin karena keterbatasan ruangan. Tapi harusnya, dokumen negara, disimpan di satu tempat yang tidak boleh dimasuki orang lain, selain pegawai instansi tersebut.” Tandas Bupati.

Sementara itu, terkait kehadiran rombongan Kejati Maluku untuk melakukan penyitaan dokumen. Akerina mengatakan, Pemerintah Daerah mendukung proses yang dilakukan Kejati Maluku.

“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Kajati Maluku. Dan yang pasti, pemerintah daerah juga mendukung langkah-langkah yang dilakukan.” Ujarnya.

Selaku Bupati, Akerina berharap. Persoalan Korupsi yang melibatkan Sekda SBB ini tidak lagi terulang di daerah ini.

“Semoga ini menjadi pelajaran untuk kita, sehingga dalam pengelolaan keuangan negara, harus dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Sehingga, tidak terpeleset dan kena jeratan hukum.”

Sebelumnya, Satuan Khusus Anti Korupsi Kejari Maluku, melakukan penggeledahan di beberapa lokasi, guna pengambilan dokumen yang berkaitan sengan Kasus Korupsi Anggaran Belanja Langsung pada Sekretariat Daerah Pemda SBB senilai 8,6 miliar rupiah, yang menyeret Sekda cs ke Rutan Kelas IIA Ambon.

Lokasi yang menjadi tempat penggeledahan dan penyitaan Satuan Khusus Kejati ini adalah Bagian Keuangan, Kos-kosan di desa Morekau dan ruang kerja Sekda SBB. (elo).

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *