Akerina : “Proses Penetapan Desa Adat Tidak Berlarut-larut”

  • Whatsapp
banner 728x250

Piru, fajarmaluku.com- Momentum Pemilihan Kepala Desa di kabupaten Seram Bagian Barat memasuki tahap akhir. Dengan dilantiknya 26 kepala desa terpilih hasil pemilihan gelombang kedua, oleh Bupati SBB Timotius Akerina, SE, M.Si.

Pelantikan yang berlangsung di lantai tiga kantor Bupati ini, selain dihadiri Forkopimda dan anggota DPRD SBB. Juga dihadiri para camat dan pimpinan OPD lingkup Pemda SBB.

Dalam sambutannya Bupati SBB mengatakan, dengan berlangsungnya pelantikan ini, maka berakhir sudah polemik yang terjadi dalam masyarakat di 26 desa.

“Impian masyarakat untuk memiliki kepala desa defenitif dan polemik yang panjang dalam masyarakat telah berakhir dengan dilantiknya keduapuluh enam kepala desa dihari ini.” Tandas Akerina.

Dikatakan, pelantikan 26 kepala desa. Telah menambah jumlah kepala desa defenitif menjadi 67 kepala desa.

Kepada para kepala desa yang dilantik Akerina meminta agar sebutan apapun yang disematkan masyarakat kepada mereka, mesti diterima.

“Apapun sebutan yang diberikan oleh masyarakat, baik kepala desa atau raja, mesti diterima dengan senang hati.”

Mantan Wakil Bupati ini juga menginstruksikan para kepala desa untuk mewujudkan visi dan misi melalui rencana pembanguan desa.

Akerina menambahkan, dalam sisa masa jabatannya. Dirinya telah berupaya meletakkan tatanan pemerintahan sampai ke tingkat desa. Mengingat hal ini merupakan komitmennya sejak menjabat sebagai Bupati.

“Di sisa masa jabatan saya, saya telah meletakkan dan memperkuat tatanan penyelenggaraan pemerintahan sampai ketingkat desa. Karena ini adalah komitmen saya saat menjabat sebagai bupati” Tegasnya.

Akerina berharap proses penetapan desa adat tidak berlarut-larut. Karena menurut Bupati, dirinya sudah berusaha maksimal untuk meyakinkan berbagai kepentingan ditingkat desa.

“Semoga proses penetapan desa adat, tidak berlarut-larut. Karena saya telah berupaya maksimal, untuk meyakinkan berbagai kepentingan ditingkat desa.” Paparnya.

Dirinya juga meminta pihak-pihak yang terus bersemangat untuk mendorong persatuan masyarakat hukum adat tidak berdiam diri.

“Dan bagi mereka-mereka yang terus bersemangat untuk mendorong percepatan penetapan persatuan masyarakat hukum adat. Jangan berdiam diri, namun dapat membantu dalam rangka mendorong janjinya bagi masyarakat, yang mereka yakinkan untuk menolak Pilkades serentak.”

Mengakhiri sambutannya, Bupati mengingatkan para kepala desa, untuk merangkul seluruh masyarakat didesa.

Bupati juga tak lupa menyampaikan terimakasih kepada pihak TNI-POLRI yang telah membantu mengawal proses Pilkades hingga selesai. (elo)

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *