Antisipasi Dampak Corona, Polres SBB Lakukan Sispamkota

  • Whatsapp
banner 728x250

SBB, FajarMaluku.com- Dalam rangka mengantisipasi dampak Coronavirus yang kian merebak di Maluku dan juga kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) secara khusus, Polres SBB melaksanakan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) dalam bentuk Tactikal Floor Game (TFG).

Kegiatan yang terlasana di aula pertemuan Polres SBB, Senin (13/04) ini, dihadiri Bupati SBB Drs. M. Yasin Payapo, M.Pd. Kapolres SBB AKBP Bayu Tarida Butar-butar, S.ik, Wakapolres SBB AKP Akmil Djapa, S.ik, Danki Brimob Kompi II Piru IPTU M. Mesdila, Sekda SBB Mansur Tuharea, SH, Mayor P. Hutapea selaku Dandim Persiapan SBB, dan beberapa pejabat lainnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres SBB mengharapkan dengan adanya coronavirus ini, distribusi bahan pokok tidak terhambat penyalurannya di SBB.

“Terkait dengan distribusi bahan pokok akan kami kawal. Untuk itu, saya berharap kepada rekan-rekan sekalian, tidak ada hambatan terhadap distribusi bahan pokok.” Tegas Bayu.

Dalam kesempatan itu pula, Kapolres menegaskan program jangan mudik. Hal tersebut menurutnya merupakan upaya pencegahan terhadap merebaknya virus Covid-19. Namun kata dia, yang tidak bisa dibendung adalah, pemudik yang datang ke daerah ini.

“Ini yang akan kita antisipasi, yakni masuknya pemudik dari daerah lain. Namun saya berterimakasih kepada dinas kesehatan, bahwa nantinya pada jalur-jalur yang akan jadi pintu masuk para pemudik, telah disiapkan posko-posko lengkap dengan petugasnya,” ujar Kapolres.

Namun Kapolres juga meminta agar dinas kesehatan tetap melakukan pemantauan terhadap para pemudik, dengan tetap melakukan pengecekan, dan disarankan untuk melaksanakan karantina mandiri selama 14 hari.

“Dan alangkah baiknya jika, karantina mandiri ini dilakukan di tempat yang telah disediakan oleh dinas kesehatan. Namun jika tidak ada, bisa dilakukan di rumah masing-masing.” Kata Bayu.

Sementara itu dalam kesempatan tersebut, Bupati SBB Yasin Payapo mengatakan, dirinya selaku ketua gugus tugas penanggulangan Covid-19, telah menginstruksikan kepada para camat hingga kepala desa dan dusun, untuk menyiapkan tempat isolasi mandiri.

“Jadi gugus ini, mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan, desa dan dusun, sudah saya perintahkan untuk dibentuk tempat isolasi.” Ujar Payapo.

Lanjut Payapo, kondisi kabupaten saat ini masih tenang. Namun kita harus tetap waspada, karena daerah SBB merupakan salah satu pintu masuk ke pulau seram.

Dirinya menambahkan, dareah yang paling rawan adalah wilayah Huamual Belakang, mulai dari petuanan Luhu dan Waesala, juga daerah Manipa Kelang dan Buano.

“Kita sudah koordinasi dengan Maluku Tengah, agar sepatutnya tim kita sudah terbentuk dan mau diarahkan kesana. Terutama ada dua tempat yang paling berpengaruh yakni, pelabuhan speed di Tahoku dan pelabuhan Hitu. Dua lokasi ini yang paling rawan menurut kami yang harus terus dilakukan pengawasan.” Kata Bupati.

Dalamkesempatan itu, Payapo meminta kerjasama lintas sektor, untuk sama-sama melakukan upaya-upaya pencegahan masuknya Covid-19 di daerah yang bertajuk Saka Mese Nusa ini. (FM-01)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *