Bawaslu Kutuk Keras Penganiayaan Ketua Panwascam Gortim

  • Whatsapp
banner 728x250

Bula, fajarmaluku.com- Badan pengawas pemilihan umum (Bawaslu) Kabupaten Seram Bagian Timur mengutuk dengan keras tindakan anarkis penganiayaan terhadap ketua panitia pengawas kecamatan (Panwascam) Kecamatan Gorom Timur (Gortim) Mohammad Yasin Kelian.

Pengutukan terhadap oknum yang melakukan tindakan anarkis tersebut disampaikan Ketua Bawaslu SBT Suparjo Rustam Rumakamar dalam konferensi pers nya di kantor Bawaslu, Minggu (6/12/2020).

Dalam konferensi pers nya Rumakamar mengatakan, pihaknya mengutuk dengan keras tindakan anarkis dan penganiayaan tersebut, dirinya juga menambahkan jikalau aksi itu merupakan tindakan tidak bermoral dan mestinya tidak boleh terjadi di momentum pilkada ini, sebab akan mencederai nilai demokrasi pada pelaksanaan pilkada 9 Desember mendatang, diakuinya, korban penganiayaan saat dianiaya sedang menjalankan tugas pengawasan nya dilapangan.

Korban yang dianiaya itu adalah ketua panwascam sehingga, Dikatakannya Bawaslu bakal melakukan pendampingan hukum terhadap korban penganiayaan tersebut hingga korban mendapatkan keadilan hukum atas tindakan tidak terpuji itu.

“Secara kelembagaan, Bawaslu Kabupaten Seram Bagian Timur mengutuk keras terhadap tindakan anarkis yang dilakukan oleh tim kampanye pasangan calon yang kurang elok dan tidak beretika dalam menjalankan kampanye, terhadap jajaran Bawaslu dalam hal ini pimpinan panwascam kecamatan Gorom Timur,” tegas Ketua Bawaslu SBT itu.

Selanjutnya, Rumakamar juga memberikan catatan tim pasangan calon agar memberikan pendidikan politik yang baik kepada tim kampanye nya agar tindakan-tindakan yang tidak terpuji dan tidak bermoral tersebut tidak terulang kembali.

“Catatan kami kepada seluruh tim pasangan calon dan tim kampanye, mestinya memberikan pendidikan politik kepada tim kampanye mereka sehingga tindakan-tindakan yang tidak terpuji ini tidak terulang kembali, saya kira bahwa Bawaslu akan menindak dengan tegas tindakan yang dilakukan oleh tim kampanye pasangan calon itu, sebagaimana tertuang dalam pasal 198 A UU 10 tahun 2016 tentang pemilihan kepala daerah,” tegasnya lagi.

Sementara itu, Koordinator Devisi (Kordiv) Sumber Daya Manusia dan Organisasi Rosna Sehwaky juga mengatakan hal serupa, dimana Sehwaki mengecam dengan keras tindakan premanisme itu, sehingga dirinya menyesali kejadian tersebut.

“Kejadian yang menurut kami kejadian yang tidak etis, tidak beretika dan tidak elok, sehingga jajaran kami yakni panwaslu kecamatan Gorom Timur, dan panwas kelurahan desa yang dikeroyok dan dipukul hingga tak berdaya, serta ketua panwascam dipukul hingga tidak sadarkan diri, ini merupakan suatu praktek yang semestinya tidak boleh dilakukan kepada jajaran kami dalam melakukan tugas-tugas pengawasan mereka itu, sebab mereka melaksanakan tugas atas perintah Undang-undang,” tandas Sehwaky. 

Untuk diketahui, yang menjadi korban penganiayaan oleh kelompok tim kampanye Faham itu antara lain, M Yasin Kelian, Armin Saleh Rumalolas dan dua anggota pengawas kelurahan/Desa (PKD) yaitu Saleh Keliobas PKD Desa Goha serta Tamhir Derlen PKD Desa Bas Kecamatan Gorom Timur. (bkr)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *