Belajar Dari Rumah, Ini Surat Resmi Disdikbud SBB

  • Whatsapp
banner 728x250

SBB, FajarMaluku.com- Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten SBB melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), resmi mengeluarkan Surat Edaran terkait Pemberitahuan Pelaksanaan Pembelajaran dari Rumah bagi Siswa TK/PAUD, SD dan SMP.

Surat bernomor : 420/66/2020 tersebut, ditujukan kepada seluruh kepala sekolah baik TK/PAUD, SD dan SMP yang ada di kabupaten SBB, untuk meliburkan siswanya. Namun tetap melakukan kegitan belajar dari rumah. Dalam surat tersebut, pihak Dinas juga mencantumkan 5 (lima) point penting.

Kadis Dikbud SBB, DR. Mashudin Sangaji, SP, M.Si yang ditemui media ini di ruang kerjanya, Senin (23/03) mengakatan. Menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 3 tahun 2020, tentang pencegahan virus Corona pada satuan pendidikan, serta arahan Sekretaris Daerah (SBB) maka, Dikbud mengeluarkan surat edaran dengan lima point sebagai berikut :

1. Kegiatan belajar mengajar bagi siswa/siswi, mulai dari jenjang TK/PAUD, SD dan SMP, dilaksanakan di rumah masing-masing. Mulai dari tanggal 23 Maret sampai 2 April 2020.

2. Setiap guru memberikan bahan pembelajaran berupa Pekerjaan Rumah (PR) bagi siswa/siswi untuk dikerjakan di rumah. Dan proses belajar selalu dipantau oleh guru, maupun orang tua.

3. Proses pembelajaran di rumah. Guru dapat memanfaatkan fasilitas IT ang dikuasai, baik berupa aplikasi WhatsApp (wa), aplikasi Zoom, aplikasi Rumah Belajar, e-mail maupun metode lainnya, yang dikuasai untuk mempermudah dan memperlancar kegiatan proses pembelajaran dirumah, sehingga berjalan dengan baik.

4. Setiap satuan pendidikan wajib menyediakan tempat cuci tangan dan sabun, atau anti septik. Serta tetap menjaga kesehatan lingkungan di setiap satuan pendidikan.

5. Bagi kepala satuan pendidikan, guru dan tenaga kependidikan jenjang TK/PAUD, SD dan SMP tetap masuk sepi biasa, dan Kepala satuan pendidikan tetap memantau proses pembelajaran yang dilakukan di rumah.
Demikian isi surat edaran tersebut.

Sementara itu, Sangaji mengatakan, lima poin yang dikeluarkan tersebut, bukan soal libur sekolah. Tetapi, terkait pembelajaran dirumah.

“Jadi ini bukan libur, ini belajar di rumah. Jadi dari jenjang TK, SD dan SMP itu kita belajarkan dirumah mulai dari tanggal 23 Maret sampai tanggal 2 April. Jadi sekali lagi saya tekankan, ini bukan libur, proses belajar tetap berlangsung, namun dilaksanakan di rumah.” Tandas Sangaji.

Lanjut Sangaji, awalnya para guru sudah dilatih dengan sistem pembelajaran daring, jadi diharapkan para guru bisa memanfaatkan sistem daring itu.

“Bisa menggunakan aplikasi WhatsApp maupun aplikasi-aplikasi lain, yang bisa menunjang pembelajaran daring.” Tutup Sangaji. (FM-01)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *