Dana Insentif Nakes SBB, Bulan September-Desember Belum Ada

  • Whatsapp
banner 728x250

Piru, fajarmaluku.com- Dana insentif bulan September hingga Desember tahun 2020 untuk tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas di 17 Puskesmas di kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) belum masuk ke rekening dinas.

Pernyataan tersebut disampaikan Kadis Kesehatan SBB dr. Y. Tapang, M.Kes kepada wartawan di kantor dinas kesehatan, Selasa (6/4).

Dirinya mengatakan, ada informasi yang beredar baik dimuat di media elektronik maupun media sosial, bahwa dana insentif Nakes bulan September-Desember 2020 sudah masuk ke rekening dinas akan tetapi tidak disalurkan.

“Ini yang ingin saya luruskan biar informasinya jelas. Dana insentif yang dibayarkan melalui DAU bulan September sampai Desember itu, berdasarkan usulan aplikasi. Itu artinya, dana itu belum ada. Lalu kalau dibilang Kadis yang ambil, itu bagaimana. Sementara uangnya saja belum ada.” Papar Kadis.

Lanjut Kadis, berdasarkan surat Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri No.910/870/tentang Pemanfaatan Sisa Dana BOKT TA 2020 dan berdasarkan PMK No. 17/PMK.07/2021 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa TA 2021 dalam rangka mendukung penanganan pandemi Covid-19 maka, Dana Carry Over (Tunda) 2020 yang dibayarkan melalui sisa BOKT untuk insentif nakes bulan September-Desember harus berdasarkan usulan melalui aplikasi insentif yang telah disediakan. Dan dana Carry Over 2020 yang dibayarkan melalui DAU untuk insentif nakes bulan September-Desember 2020 berdasarkan usulan aplikasi. 

“Jadi surat dari Kemenkes itu sudah jelas. Bahwa dana sisa itu akan dibayarkan berdasarkan usulan yang dimasukkan oleh kepala-kepala Puskesmas melalui aplikasi.” Jelas Tapang.

 

Dikatakan, kabupaten SBB bukan satu-satunya daerah yang mengalami penundaan pembayaran insentif. Ada 134 kabupaten/kota lainnya yang mengalami hal yang sama. Sehingga, semuanya itu masuk dalam daftar daerah penerima dana tunda tahun 2020.

Tapang menambahkan, dari 17 Puskesmas. Dua Puskesmas sudah mendapatkan dana insentif tersebut yakni Puskesmas Waimital dan Kairatu Barat.

“Jadi Puskesmas Waimital dan Kairatu Barat itu sudah dapat. Kenapa mereka dapat duluan, itu karena mereka yang duluan memasukan laporan melalui aplikasi. Sehingga dibayarkan dengan dana sisa yang ada.” Jelasnya.

Tapang yang didampingi Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Ferawati Ollong dan Lilly M. Pattikaihatu selaku Kabid Sumber Daya Kesehatan, serta 10 pimpinan Puskesmas, mengakui jika ada beberapa Nakes yang mempertanyakan insentif tersebut. Namun kata dia, kepala Puskesmas punya kewajiban untuk menjawab.

“Persoalan ini, kepala Puskesmas juga punya kewajiban untuk menjawab. Karena mereka sudah tahu bahwa dana itu belum ada.” Tandasnya.

Dirinya berharap, dengan adanya keterangan yang disampaikan, dapat menjadi informasi dan masukkan yang baik, guna menjawab isu dan informasi tidak benar yang sementara beredar di publik.

Untuk diketahui, jumlah Nakes di kabupaten SBB yang akan mendapatkan insentif Dana Penanganan Covid-19 sebanyak 2.247 orang, dengan total dana yang harus dibayarkan adalah 7.241.182.363. (elo).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *