Diajarkan Mandiri, Siswa SLB Serbar Produksi Paving Blok

  • Whatsapp
banner 728x250

Piru, fajarmaluku.com- Siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), sangat antusias dalam mengikuti kegiatan-kegiatan yang menjurus pada keterampilan, terutama dalam bidang kewirausahaan.

Hal ini disampaikan Julius Sutiray kepala SLB, saat ditemui media ini diruang kerjanya, Rabu (10/03).

Sutiray mengatakan, sejauh ini. Siswa binaannya di SLB, telah menekuni usaha pembuatan paving Blok. Bahkan, untuk membimbing siswanya agar terampil dalam membuat paving blok yang berkualitas, Sutiray mendatangkan tenaga pembimbing dari kota Ambon.

“Saya langsung datangkan orang khusus dari Ambon, untuk membimbing dan mengajarkan mereka cara membuat paving blok yang berkualitas dan siap dipasarkan.” Ujar Sutiray.

Dirinya mengakui, ada beberapa jenis usaha yang ingin diajarkan bagi siswa. Satu diantaranya adalah pembuatan Kolang Kaling. Akan tetapi, setelah melakukan rapat bersama dewan guru, maka diputuskan untuk usaha paving blok menjadi langkah awal.

“Kita sempat berpikir untuk membuat dan memproduksi Kolang Kaling. Karena bahan baku Kolang Kaling didaerah kita ini sangat banyak. Akan tetapi, mengingat sarana penunjang yang belum tersedia serta butuh tenaga ahli dari luar juga untuk mengajarkan siswa, maka usaha ini kita pending.” Jelasnya.

Lanjut Sutiray, kedepannya pihak sekolah akan bekerjasama dengan dinas terkait, untuk menguji kualitas paving blok buatan siswa SLB. Tujuannya untuk mengetahui, paving blok hasil kerja siswanya sudah layak untuk dipasarkan atau masih butuh perbaikan mutu.

Untuk itu lanjut dia, hingga saat ini. Paving blog hasil kerja siswa SLB ini belum dipasarkan. Karena masih menunggu hasil uji dari pihak-pihak yang punya kompetensi.

Dirinya juga mengaku, keterbatasan bahan baku berupa pewarna, menjadi salah satu kendala keterlambatan produksi siswanya. Untuk itu, kedepannya pihak sekolah akan berusaha agar stok bahan baku selalu tersedia, jika hasil uji paving blok buatan anak didiknya dinyatakan berkualitas dan siap dipasarkan.

“Kita terkendala di pewarna. Kemarin itu kita pesan dari Jawa, karena di Ambon, stok pewarna kosong. Untuk itu, nanti kalau hasil kerja anak-anak dinyatakan baik dan siap dipasarkan. Kita akan usahakan agar stok tetap tersedia sebanyak mungkin.” Tandas Kepsek.

Dirinya berharap, kedepannya masyarakat maupun pemerintah daerah, bisa menaruh minat bagi usaha milik anak didiknya. Sehingga, selain membantu meningkatkan rasa percaya diri mereka untuk terus bekerja, tetapi juga membantu mereka dalam hal ekonomi.

“Saya juga berharap, dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini, anak-anak bisa mandiri setelah selesai sekolah. Karena tujuan saya dan sekolah ini, adalah membentuk siswa untuk mandiri,” tutup Sutiray. (elo).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *