Diduga, Demo Mahasiwa di KPUD Buru Karena Dibayar

  • Whatsapp
banner 728x250

Namlea, fajarmaluku.com-  Oknum komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) kabupaten Buru provinsi Maluku berinisial FM, diduga telah membayar beberapa mahasiswa, untuk melakukan demonstrasi.

Demonstrasi para mahasiswa dari Universitas Iqra Buru yang diduga telah dibayar ini, berkaitan dengan informasi hilangnya uang 50 juta rupiah, di kantor KPUD Buru, pada 2019 lalu.

Terungkapnya bocoran dugaan suap oleh FM terhadap mahasiswa pendemo tersebut, setelah adanya pengakuan dari salah satu mahasiswa yang juga turut dalam aksi demo yang berlangsung 22 February 2021 lalu.

Mahasiswa yang enggan namanya dipublikasi ini, kepada sejumlah wartawan di Namlea (28/02) mengaku, FM membayar beberapa orang mahasiswa Iqra Buru, untuk melakukan ujuk rasa terkait kehilangan uang 50 juta di kantor KPUD Buru.

Menurut mahasiswa tersebut, demo tetap dilakukan. Karena sudah terlanjur menerima bayaran dari FM, meskipun hanya beberapa orang yang terlibat dalam aksi.

“Demo itu karena di bayar oleh FM sala satu komisioner KPU, suda terlanjur terimah uang jadi tetap demo walaupun hanya beberapa orang.” Ungka sumber itu.

Menanggapi aksi demo di KPUD dan Kejaksaan Buru yang terlaksana atas bayaran FM. Yang merupakan anggota komisionar KPUD tersebut, Rafli salah satu pemuda di daerah ini menilai. perbutan FM merupakan pelanggaran kode etik keras.

Untuk itu, Rafli meminta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), untuk segera berikan sanksi sanksi tegas terhadap FM.

“Perbuatan FM dengan membayar orang atau mahasiswa untuk demo KPUD Buru oleh. Merupakan pelanggaran kode etik keras menurut saya, jadi saya minta DKPP segera bertindak untuk yang bersangkutan, dan harus di pecat.” Ujar Raflli.

Sementara itu, sekretaris KPUD Buru Azis Fesanrey pada Sabtu 27 February 2021 telah membantah adanya kehilangan uang sebesar 50 juta di meja kerjanya pada tahun 2019 lalu.

Dan untuk informasi dugaan kehilangan uang tersebut telah di klarifikasikan oleh Basarudin Jamani staf pengelola keuangan KPUD yang mengantar uang tersebut dari Rahma Waty Heluth yang saat itu menjabat bendara KPUD Buru ke ruangan Fesanray, dan diketahui jika uang tersebut bukan hilang, melainkan salah hitung. (fm01)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *