Dinkes Promal Lakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan Di SBB

  • Whatsapp
banner 728x250

SBB, FajarMaluku.com- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Maluku (Promal) melakukan Inspeksi mendadak di beberapa rumah makan di kota Piru, kecamatan Seram Barat, kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Kamis (19/03).

Demikian disampaikan
Shirley Pinontoan
Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Olahraga, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, saat ditemui media ini di salah satu rumah makan di kota piru.

Menurutnya, inspeksi yang dilakukan tersebut, adalah kegitan yang dilaksanakan oleh tim terpadu, yang terdiri Dinkes Promal, Dinas Perhubungan Kabupaten SBB, petugas kesehatan dari Puskesmas Piru serta perwakilan dari Laboratorium Kesehatan Daerah.

Kata dia, maksud dari kegiatan tersebut adalah inspeksi kesehatan lingkungan, khususnya untuk Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) yang berada di wilayah terminal kota Piru.

“Kenapa kami libatkan dinas Perhubungan, dari Puskesmas dan Laboratorium, karena tujuan kami adalah TPM diwilayah terminal. Yang mempunyai terminal dan yang punya tanggungjawab adalah orang Perhubungan. Dan untuk pemeriksaan dari Laboratorium kesehatan daerah dan yang punya wilayah kesehatan, yaitu Puskesmas Piru.” Kata Sherly.

Lanjut dia, dari beberapa rumah makan yang telah dikunjungi, ada beberapa rumah makan yang dirasa perlu untuk diambil sampel makanannya, untuk nantinya diperiksa pada laboratorium kesehatan daerah di kota Ambon.

“Ada juga rumah makan yang tidak kami ambil sampelnya. Karena dari segi higienis sanitasi, kami menganggap sudah bagus. Tetapi, kami menganggap bahwa masih ada yang perlu kami curigai, maka kami ambil sampel untuk di periksa di Ambon,” jelas Sherly.

Shirley menambahkan, sampel yang di ambil ada beberapa. Ada berupa ikan, rendang dan lain-lain. “Nanti kami lihat dari hasil pemeriksaan laboratorium. Karen kami belum bisa langsung mengatakan ini tidak baik,” tandasnya.

Sebagai tindak lanjut dari hasil pemeriksaan sampel makan tersebut, kata Shierly. Akan disampaikan kepada Dinkes kabupaten agar, pemilik rumah makan ditinjau kembali.

Terkait denga adanya sanksi jika kedapatan ada makanan yang tidak layak dari hasil pemeriksaan sampel-sampel yang telah di ambil dan di periksa, Shierly mengatakan, itu akan menjadi wewenang Dinkes Kabupaten.

“Itu wewenang Dinkes kabupaten. Tapi biasanya rumah makan akan diberikan teguran pertama, untuk perbaikan. Teguran kedua dan ketiga tidak ada perubahan, maka pasti rumah makan tersebut akan ditutup.” Tegasnya. (FM-01)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *