Fakaubun : DN Tak Paham Mekanisme Kerja

  • Whatsapp
banner 728x250

Piru, fajarmaluku.com- Untuk mewujudkan sistem pengawasan yang baik di daerah, Inspektorat selaku institusi yang bertanggungjawab dalam melaksanakan pengawasan harus se profesional mungkin.

Hal tersebut disampaikan kepala kantor Inspektorat Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), saat dikonfirmasi media ini diruang kerjanya, Kamis (18/06), terkait insiden keributan di instansi tersebut pada hari Selasa (16/06) kemarin.

Untuk diketahui, telah terjadi keributan di kantor Inspektorat SBB, akibat ulah dari DN salah satu ASN di kantor tersebut. DN diketahui membuat keributan, akibat dirinya tidak dilibatkan dalam Pemeriksaan Khusus (PK).

Menyikapi persoalan tersebut, Abdulah Fakaubun selaku kepala Inspektorat angkat bicara. Dirinya mengatakan, aksi yang dilakukan oleh DN ini, karena yang bersangkutan tidak tahu mekanisme yang sebenarnya.

“Aksi yang dilakukan oleh yang bersangkutan itu, karena dia tidak tahu soal mekanisme. Kenapa dia tidak tahu, karena dia tidak pernah melaksanakan tugas dengan baik di kantor ini.” Ujar Fakaubun.

Dirinya memaparkan, semua kegiatan yang ada di Inspektorat baik itu pengawasan reguler baik itu terhadap pengelolaan Dana BOS, BOK, ADD-DD kemudian pengawasan terhadap Pengelolaan Anggaran Daerah atau APBD, itu dilakukan oleh tim yang terbagi dalam Inspektur Pembantu (Irban) yang bertugas di wilayah-wilayah tertentu.

Lanjut dia, untuk pengawasan reguler, itu sudah dibagi dalam wilayah tertentu. Berbeda dengan penanggulangan program khusus atau, review anggaran. Itu dilakukan oleh tim-tim tertentu.

Tambahnya, tim itu adalah kewenangan pimpinan dengan melihat siapa yang lebih profesional. Apalagi soal Pemeriksaan Khusus (PK).

Kata Fakaubun, PK sudah sejak dulu dan tidak dibebankan kepada Irban-irban wilayah. Melainkan dibentuk tim gabungan yang diambil dari masing-masing Irban dan, Tidak terbatas pada Irban wilayah-wilayah tertentu.

Fakaubun menambahkan, pegawai yang biasanya dipakai untuk bekerja, adalah pegawai yang betul-betul disiplin dalam menjalankan tugas. Serta, memiliki pengalaman dan pengetahuan yang baik, sehingga apa yang dibebankan kepada mereka bisa dikerjakan dengan baik.

“Jadi kalau ada informasi yang mengatakan saya memerintahkan untuk pegawai disini melakukan perjalanan dinas semaunya saya, itu salah besar. Boleh tanya kepada semua staf, sejak kapan saya membatasi pegawai. Kecuali, pegawai yang bersangkutan tidak disiplin dalam menjalankan tugas. Dan itu sebagai suatu langkah pembinaan, sehingga yang bersangkutan bisa mengoreksi diri.” Tegasnya.

Dikatakan, sikap yang ditunjukkan oleh DN, sangat tidak bermoral dan tidak menunjukkan kapasitasnya sebagai seorang ASN, karena sudah mengeluarkan caci maki. Dirinya mengakui sudah melaporkan hal tersebut ke pimpinan yang lebih tinggi dan sedang menunggu hasil laporannya terkait hukuman disiplin yang akan diberikan kepada DN.

“Saya sudah laporkan persoalan ini ke pimpinan dan sedang menunggu hasilnya. Yang jelas dia harus dapat hukuman disiplin, apakah itu mutasi atau hukuman disiplin lainnya.” Tutup Fakaubun. (FM-01)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *