Insentif Nakes Tak Cair, Petugas Dinkes SBB Mengeluh

  • Whatsapp
banner 728x250

Piru, fajarmaluku.com- Tenaga Kesehatan (Nakes) yang masuk dalam tim penanganan Covid-19 pada Dinas Kesehatan kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mengeluh.

Keluhan Nakes tersebut, terkait dengan Insentif Nakes penanganan Covid-19 yang tak kunjung cair dan diterima sejak bertugas sebagai tenaga kesehatan penangan Covid-19 di kabupaten SBB.

Salah satu Nakes yang enggan menyebutkan namanya, mengemukakan keluhannya kepada media ini di Piru, Selasa (29/09). Kata Nakes tersebut, insentif yang anggarannya berasal dari Pemerintah Pusat, sudah diusulkan oleh pihak Dinkes untuk 5 (lima) bulan, dengan besaran insentif 1.750.000 per orang. Namun baru dapat 2 (dua) bulan dan itupun masih ada pada rekening Dinkes dan belum di berikan kepada Nakes.

“Insentif pusat itu yang sudah cair bulan Maret dan April. Per orang 1.750.000. Dan diusulkan lima bulan, katanya sudah ada bulan April dan Mei, tapi masih di rekening Dinkes, belum diberikan kepada kami.” Ujar sumber.

Kata dia, untuk insentif pusat tidak semua Nakes yang terlibat dalam penanganan Covid-19 mendapatkan insentif, namun diberikan sesuai dengan petunjuk teknis dari Kemenkes.

Sementara itu dikatakannya, dalam beberapa tatap muka. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten SBB dr. Y. Talang, M.kes mengatakan bahwa yang tidak dapat insentif pusat, akan di alokasikan di insentif daerah.

“Tapi sampai sekarang mulai dari bulan Mei sampai September, baik insentif pusat maupun daerah belum di dapat oleh Nakes,” keluhnya.

Kata dia, ada informasi terjadi pemotongan anggaran dalam anggaran perubahan, dan Nekes SBB tidak dapat insentif lagi, karna anggarannya Sdh di potong, dengan alasan kabupaten SBB sudah masuk zona hijau.

“Informasi terakhir yang kita dapat, sudah terjadi pemotongan anggaran Covid-19 dalam APBD Perubahan kabupaten SBB. Sehingga, Nakes sudah tidak lagi mendapatkan insentif dengan alasan SBB sudah masuk zona hijau.” Tandasnya.

Dirinya mempertanyakan pemotongan anggaran insentif Nakes, pada APBD Perubahan. Menurutnya, meskipun anggaran Dinkes dipangkas dalam anggaran perubahan, tetapi sejatinya insentif itu tetap harus diberikan karena Nakes sudah bekerja secara maksimal, sampai pada penetapan SBB sebagai daerah zona hijau Covid-19. (elo)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *