Jumlah Penderita 1.641, Payapo Minta Semua Pihak Peduli Stunting

  • Whatsapp
banner 728x250

Piru, fajarmaluku.com- Stunting menjadi masalah serius yang mesti ditangani bersama. Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Seram Bagian Barat (SBB) M. Yasin Payapo dalam sambutannya, kala membuka kegiatan Rembug Stunting, yang berlangsung di Gedung Hatutelu Piru, Sabtu (03/04).

Payapo mengatakan, penurunan Stunting penting dilakukan sedini mungkin, untuk menghindari jangka panjang yang anak.

Rembuk Stunting kata Bupati, merupakan aksi ketiga, dari delapan aksi yang Integrasi Intervensi penurunan Stunting, yang bertujuan, (1). Menyampaikan hasil analisis situasi dan rancangan kegiatan intervensi penurunan Stunting kabupaten SBB, (2). Mendeklarasikan komitmen Pemda dan menyepakati rencana kegiatan intervensi penurunan Stunting integritas, (3). Membangun komitmen publik dalam kegiatan pencegahan dan penurunan Stunting secara integrasi di kabupaten SBB.

Lanjut Payapo, berdasarkan hasil analisis situasi yang telah dilaksanakan pada 19 Februari 2021, terdapat 10 desa yang tersebar di 11 kecamatan, yang akan menjadi lokasi khusus (Lokus) Stunting di tahun 2022. Untuk itu dirinya meminta pemerintah desa yang menjadi Lokus, agar bekerjasama dengan Kader Pembangunan Manusia (KPM), serta pemanfaatan Dana Desa (DD), untuk mengintervensi kegiatan penurunan Stunting, sesuai ketentuan prioritas DD setiap tahun.

Dikatakan, jumlah penderita Stunting yang tersebar di kabupaten SBB berjumlah 1.641 anak. Untuk itu, dirinya meminta semua pihak, untuk peduli terhadap persoalan Stunting tersebut.

“Saya minta rasa kepedulian semua pihak. Mulai dari perangkat dusun, perangkat desa maupun kecamatan.” Ujar Bupati.

Oleh sebab itu, Bupati memerintahkan kepada 11 OPD terkait yang punya hubungan dengan pencegahan Stunting, untuk segera melakukan pertemuan, guna membahas program kegiatan pencegahan dan penurunan Stunting di daerah ini.

Dikesempatan itu pula, Bupati berharap agar semua peserta kegiatan, memperkuat komitmen untuk perangi Stunting.

“Semua pihak yang terkait dengan penurunan Stunting, agar senantiasa bekerja dan melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh, sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing, untuk menjawab permasalahan Stunting yang kita hadapi saat ini.” Tutupnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Forkopimda kabupaten SBB, Sekda SBB Mansur Tuharea, Ketua TP PKK kabupaten SBB sekaligus Ina Parenting SBB Hj. S. Payapo, para Camat serta perwakilan dari masing-masing desa yang menjadi Lokus Stunting. (elo)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *