Keluarga Korban Penganiayaan, Minta Polres SBB Cepat Proses Masalah

  • Whatsapp
banner 728x250

Piru, fajarmaluku.com- Polres Seram Bagian Barat (SBB) diminta untuk secepatnya memproses masalah penganiayaan yang terjadi di dusun Ulatu, desa Luhu kecamatan Huamual.

Hal ini disampaikan Mulyadi Lampajoa kepada media ini lewat telepon seluler, Sabtu (08/06). Lampajoa sendiri adalah suami dari Warini (45) korban penganiayaan yang terjadi di Ulatu tanggal 2 Mei 2021.

Menurut Lampajoa, istrinya dikeroyok oleh tiga orang pelaku. Dan hingga hari ini para pelaku belum ditahan oleh pihak kepolisian. Untuk itu dirinya mendesak Polres SBB untuk percepat langkah penahanan tiga pelaku pemukulan dan pengeroyokan tersebut.

“Polres terkesan lambat menangani masalah ini. Karena sampai saat ini para pelaku masih bebas dan belum ada pemanggilan dari pihak kepolisian.” Tandas Lampajoa.

Lampajoa menambahkan, masih bebasnya ketiga pelaku. Tentunya menimbulkan tanda tanya dari pihak keluarga, terhadap kinerja Polres SBB.

“Keluarga berharap, ketiga pelaku pemukulan dan pengeroyokan terhadap istri saya sudah harus di tahan aparat kepolisian. Namun, yang terjadi sampai saat ini ketiga pelaku itu masih tetap beraktifitas di kampung.” Sesal Lampajoa.

Untuk diketahui, para pelaku penganiayaan terhadap Warini adalah La dini, La robo dan La bambang. Ketiga pelaku ini merupakan warga dusun yang sama dengan korban.

Pihak keluarga pun meminta pihak kepolisian untuk secepatnya menindaklanjuti persoalan yang menimpa Warini, dan segera menangkap pelaku dan diproses sesuai perbuatan mereka. (elo).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *