Langgar Edaran Pemerintah, Polres Bubarkan Kegiatan Disdikbudpora SBT

  • Whatsapp
banner 728x250

Bula, FajarMaluku- Polres Seram Bagian Timur (SBT), membubarkan kegiatan yang tengah dilakukan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora), Senin (30/3).

Disdikbudpora yang menggelar kegiatan bertema budaya yakni, mandi uap itu terpaksa dibubarkan oleh Personil Satreskrim Polres SBT dalam rangka menindandak lanjuti edaran Kapolri serta edaran bupati kabupaten SBT, di masa penanganan merebaknya Covid-19.

Kegiatan itu dinilai berpotensi masa atau lebih dari satu orang, sebab kondisi saat ini, lantaran kegiatan seperti itu dapat mempermudah penyebaran virus corona.

Kasat Reskrim Polres SBT Iptu La Belly, kepada wartawan usai membubarkan kegiatan Dinas Pendidikan tersebut menjelaskan, program yang digagas oleh Plt Kepala dinas Pendidikan SBT Sidik Rumalowak ini telah bertentangan dengan maklumat Kapolri serta instruksi pemerintah yang melarang kegiatan berkumpulnya banyak orang.

“Ini sudah bertentangan dengan maklumat Kapolri dan instruksi pemerintah, sehingga kita bubarkan,” ucap La Belly.

Selain melanggar maklumat Kapolri dan instruksi pemerintah, menurut La Bely, Plt Kadis Pendidikan Sidik Rumalowak juga telah melanggar surat edaran Bupati Nomor: 440.443.2/221 tentang Pencegahan dan Penyebaran Corona Virus Disease ( Covid-19 ) di Kabupaten Seram bagian timur.

Dijelaskannya, usai membubarkan peserta yang hadir dalam program Disdikbudpora itu, ia mengajak staf dinas itu untuk melaksanakan kegiatan ini cukup dengan cara membuat tutorial lewat video, kemudian dibagikan dengan pedoman, bahan-bahan apa yang diperlukan.

“Saya sudah sampaikan kepada mereka, untuk melaksanakannya dengan cara membuat tutorial lewat video, kemudian dibagikan dengan pedomannya serta bahan-bahan apa yang harus digunakan serta saran  tentang apakah penderita penyakit jantung, kurang tidur dapat ikuti program ini atau tidak,” jelasnya.

Kasat Reskrim Polres SBT itu juga menambahkan, upaya pembubaran tersebut dilakukan dengan tindakan tegas, lantaran mengacu pada instruksi Kapolri Jenderal Idham Azis yang dikeluarkan lewat Maklumat Kapolri Nomor Mak/2/III/2020 tertanggal 19 Maret 2020, yang ditujukan kepada kepolisian di seluruh wilayah Indonesia untuk dapat menindak seluruh masyarakat yang melanggarnya.

Sehingga, menurutnya, jika ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota polri wajib melakukan tindakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Secara rinci, surat itu juga menyebut beberapa kegiatan yang dilarang selama virus corona masih mewabah di Indonesia di antaranya; pertemuan sosial, budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, sarasehan dan kegiatan lain yang sejenisnya,” tegas Kasat. (Bkr)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *