Minggu Ini Dana Gempa di SBB Akan Tersalur

  • Whatsapp
banner 728x250

Piru, fajarmaluku.com– Simpang siur informasi terkait penyaluran dana bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi yang melanda Maluku, khususnya kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) pada 2019 lalu, telah mendapat titik terang.

Hal tersebut, setelah pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten SBB angkat bicara soal penyaluran dana dimaksud.

Didampingi La Ucu selaku Kepala Bidang Bencana dan Marlyn Mayaut selaku PPK. Kepala BPBD SBB Ongky Payapo kepada sejumlah wartawan, Senin (22/03) mengatakan. Dalam minggu ini, dana gempa sudah dicairkan.

Kata Payapo, setelah berkoodinasi, dana sudah bisa dikucurkan setelah semua administrasi terselesaikan.

“Diusahakan dalam minggu ini dana gempa sudah dicairkan ke rekening masing-masing penerima, jika administrasi sudah selesai.” Ucapnya.

Menurut Payapo, dana yang sudah dikucurkan senilai 37.310.000.000 dan sudah ada di Bank BRI. Sementara itu dirinya menambahkan, dari 37 Miliar lebih tersebut, telah digunakan 3 Miliar lebih. Sehingga total sisa dana 34 Miliar lebih.

Dijelaskan, 34 Miliar sisa dana dari 37 Miliar, karena sudah digunakan dengan rincian. Untuk penanganan darurat sebesar 2 Miliar, turun hunian sebesar 3 Juta per KK. Sedangkan untuk biaya pembersihan rumah yang rusak berat maupun ringan dan sedang, sebesar 250 ribu rupiah per KK.

Tambah Payapo, dana gempa yang akan disalurkan dalam beberapa hari kedepan berjumlah 30.943.500.000, yang diperuntukkan bagi 1.326 KK, yang akan langsung masuk ke rekening penerima.

“Jadi, awalnya terdapat 1.500 KK yang terdaftar. Namun setelah verifikasi data dan kroscek di Capil, ternyata terdapat KK ganda yang terdata. Sehingga, terjadi pengurangan jumlah sesuai dengan hasil verifikasi menjadi 1.326 KK.” Jelasnya.

Disinggung terkait kendala lain penyebab terlambatnya penyaluran dana gempa tersebut, pihak BPBD mengakui jika keterlambatan akibat dari adminstrasi berupa eKTP dan KK yang banyak belum dimiliki oleh penerima bantuan.

Selain itu, dampak dari Covid-19, menjadi salah satu kendala keterlambatan dalam mengurus administrasi, baik dari penerima maupun BPBD.

“Memang selama ini keterlambatan penyaluran terkait dengan kelengkapan administrasi. Ada beberapa penerima, yang tidak memiliki KTP maupun Kartu Keluarga. Selain itu, pandemi Covid-19 juga menjadi salah satu kendala.” Papar Payapo.

Akan tetapi, dirinya memastikan dalam minggu ini, dana tersebut sudah masuk ke rekening penerima bantuan.

Terkait informasi pungutan liar dari para penerima bantuan, Payapo dengan tegas membantahnya. Dirinya menegaskan jika informasi tersebut tidak benar dan hanya informasi Hoax. (elo)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *