Pamana Bantah Membentak Petugas RSUD

  • Whatsapp
banner 728x250

Piru, fajarmaluku.com- Anggota DPRD kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Arif Pamana, membatah pernyataan salah satu petugas RSUD Piru, yang mengaku dibentak oleh politisi muda asal fraksi PKB ini, seperti yang telah dimuat dalam pemberitaan salah satu media cetak di Maluku.

Menurut Pamana, kepada fajarmaluku.com, Rabu (24/02/2021). Pernyataan AL adalah pernyataan sepihak tanpa ada kebenaran yang sesungguhnya. Kata Pamana, dirinya tidak sama sekali membentak AL. Malah sebaliknya, AL lah yang pertama menyemprotnya dan kerabatnya, dengan nada yang sedikit kasar.

Kronologi kejadian tersebut, kata Pamana, pada hari kejadian itu, dirinya dan beberapa kerabat dan saudaranya, sedang membesuk ibunya yang sedang dirawat di RSUD Piru. Dan pada saat duduk beristirahat di koridor RSUD, beberapa kerabatnya menghisap rokok dan secara tiba-tiba dilarang oleh AL dengan nada suara yang sedikit tinggi.

“Jadi saudara-saudara saya sedang istirahat dan merokok di koridor rumah sakit itu. Tiba-tiba datang ibu (petugas-red) itu, dan melarang mereka merokok. Tapi, nada suaranya agak tinggi.” Ujarnya.

Bahkan Pamana membantah jika pada saat itu dirinya juga merokok. Menurut Pamana, dirinya belum sempat merokok, karena sudah keduluan dilarang oleh AL, sehingga dirinya mengurungkan niatnya untuk merokok, karena menyadari ketentuan yang berlaku di RSUD.

“Saya belum sempat merokok, karena melihat saudara-saudara saya dibentak oleh petugas.”

Pamana menambahkan, dirinya bahkan sudah mencoba menenangkan petugas tersebut, dengan memintanya menurunkan nada suaranya. Namun, adu mulut tidak terhindarkan antara dirinya dan AL. Akan tetapi, sekali lagi Pamana membantah jika dirinya mengeluarkan kata kasar dan membentak petugas RSUD.

“Sekali lagi saya tekankan, apa yang dimuat di media itu tidak sesuai dengan fakta yang terjadi. Bahkan, isi berita itu hanya sepihak, karena sumbernya hanya dari petugas RSUD, tanpa mengkonfirmasi juga ke saya.” Sesalnya.

Dirinya meminta agar kejadian tersebut tidak dibesar-besarkan, serta berharap lewat kejadian ini, petugas AL bisa lebih punya sopan santun saat menegur orang yang berkunjung di RSUD.

Sementara itu, direktur RSUD Piru, dr. Johan Selanno yang dikonfirmasi media ini via telepon seluler, membenarkan kejadian tersebut, berdasarkan laporan yang masuk kepadanya.

Namun kata dia, semuanya telah diselesaikan dengan baik. “Memang benar kejadian tersebut. Itu terjadi minggu kemarin,” ujar Selanno dari ujung telepon.

Selanno menambahkan, telah menegur petugas tersebut. Dan berharap tidak akan terulang lagi.

“Sudah saya panggil dan saya tegur petugas yang bersangkutan.” Tandas Selanno. (elo).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *