Pembangunan Masjid Nurul Yasin Menelan Anggran 25 M

  • Whatsapp
banner 728x250

Piru, fajarmaluku.com- Proses peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung Nurul Yasin yang berlokasi di kota Piru kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Jumat (9/4). Berjalan penuh hikmat dan tanpa hambatan.

Hadir dan sekaligus melakukan peletakan batu pertama Masjid terbesar di kabupaten bertajuk Saka Mese Nusa ini, Gubernur Maluku Murad Ismail, Bupati SBB M. Yasin Payapo, Ketua MUI Maluku Ustad Abdullah Latuoapo, Ketua Yayasan Nurul Yasin Mansur Tuharea, Ketua DPRD SBB Abdul Rasyid Lisaholit serta ketua panitia pembangunan Masjid Nurul Yasin H. Tubaka.

Masjid yang dibangun diatas lahan seluas 1,5 Hektar ini, akan menelan anggaran 25 miliar rupiah, dengan penganggaran dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan selama dua tahun. Hal ini disampaikan Mansur Tuharea dalam laporannya selaku ketua Yayasan Nurul Yasin.

Tuharea mengatakan, dasar utama pembangunan Masjid Agun Nurul Yasin, karena memperhatikan kondisi Masjid Al-Muhajirin Piru yang memiliki daya tampung terbatas dan meningkatnya jumlah penduduk Muslim di kota Piru dan sekitarnya.

“Inilah yang menjadi dasar pikir kami, kurang lebih tiga tahun lalu,” ujar Tuharea yang juga Sekda SBB ini.

Kata dia, setelah melalui rapat bersama dengan perwakilan NU, MUI kelompok Remaja Masjid, tokoh agama dan tokoh masyarakat, maka tercetuslah kesepakatan untuk membangun Masjid Agung yang diberi nama Nurul Yasin.

Tuharea menambahkan, penggunaan nama Nurul Yasin pada bangunan Masjid Agung ini berasal dari dari bahasa Arab dan terdiri dari dua suku kata, yaitu Nurul dan Yasin.

Lanjut dia, Masjid Agung yang akan dibangun tersebut, memiliki panjang 38,5 meter dan lebar 42 meter dan diperkirakan dapat menampung 1.500 orang.

Sementara bangunan utama yang nantinya akan dibangun diatas lahan seluas 1,5 hektar selain Masjid. Ada Islamic Center, kantor pengelola, 2 menara utama, 4 buah menara Masjid dan 2 buah pos jaga.

Peletakan batu pertama pembangunan tersebut lanjut Tuharea, menggunakan batu yang diambil dari 3 batang air yang ada di kabupaten SBB. Yakni Air Tala, Air Eti dan Air Sapalewa.

Dalam kesempatan itu, selaku ketua Yayasan, Tuharea menyampaikan terimakasih kepada pemerintah daerah dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam proses pembangunan Masjid Agung Nurul Yasin.

“Tak lupa, kami ucapkan terimakasih kepada keluarga Pirsouw yang telah berkenan untuk melepaskan hak atas tanah ini, guna pembangunan Masjid. Tentunya dengan pemberian ganti rugi yang layak.” Tutupnya. (elo)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *