Pemda SBB Diminta Siapkan Tempat Isolasi Covid-19

  • Whatsapp
banner 728x250
Piru, fajarmaluku.com- Dengan adanya satu kasus pasien yang meninggal terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), membuat masyarakat menjadi resah. Pasalnya orang-orang yang dikategorikan kontak erat dengan pasien hanya dihimbau untuk melakukan isolasi mandiri dirumah.
 
Romi Kermite salah seorang warga masyarakat SBB kepada media ini mengungkapkan kekhawatirannya. Menurut dia meskipun mereka keluarga, kerabat atau lainnya yang termasuk kontak erat dengan Almarhumah dinyatakan negatif rapid test tetapi perlu diingat bahwa itu bukan hasil yang final.
 
“Kalau kita mengacu pada pedoman pencegahan dan pengendalian Coronavirus Desease (Covid-19), maka dibutuhkan 7-10 hari lagi untuk dilakukan rapid test kedua. Nah, selama kurun waktu tersebut mereka seharusnya diisolasi oleh pemerintah bukannya dihimbau untuk isolasi mandiri dirumah”. Sesalnya.
 
Menurutnya, agar pemerintah daerah efektif untuk memantau mereka maka seharusnya mereka dikonsentrasikan pada satu titik. Dengan begitu tim medis pun akan bisa mengontrol mereka setiap saat dan juga mempermudah untuk melakukan tracing.
 
Dikatakannya, kita tidak bisa menjamin bahwa mereka bisa melakukan isolasi mandiri dirumah, dan hal ini bisa memunculkan masalah besar untuk orang sekitar.
 
“Saya kira jika mereka lakukan isolasi mandiri dirumah kemudian dihimbau untuk tidak kontak dengan siapapun, bagi saya itu sangat tidak efektif. Kita tidak bisa batasi seseorang punya ruang gerak. Itu punya potensi besar menularkan kepada masyarakat lain”. Kata Kermite.
 
Selain itu juga, selaku masyarakat Kermite sangat menyayangkan apa yang disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 kabupaten SBB bahwa Pasien DAS belum bisa dikatakan meninggal karena Covid-19 bahkan menurutnya hal ini sangat membingungkan masyarakat.
 
“Penegakan diagnosa oleh dokter itu berdasarkan hasil PCR, loh kenapa tidak bisa diterima oleh GTPP SBB dan menyatakan harus diotopsi itu jenazah baru bisa dipastikan benar-benar positif Covid-19, dasarnya apa”. Tanya Dia.
 
Pada kesempatan ini, selaku warga masyarakat SBB, dirinya meminta agar pemerintah dalam hal ini pemda SBB menyiapkan tempat isolasi bagi semua orang yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi Positif Covid-19. Dan sekali lagi jangan biarkan mereka lakukan isolasi mandiri sehingga dengan begitu akan lebih efektif dalam memutus penyebaran Covid-19 di bumi Saka Mese Nusa. (Fm-02)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *