Pemda SBB Siap Bangun Jalan Dan Polindes di Neniari

  • Whatsapp
banner 728x250

Piru, fajarmaluku.com– Kerinduan masyarakat desa Neniari, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) untuk menikmati jalan raya layaknya daerah lain akhirnya terjawab.

Hal ini setelah Bupati (SBB) Timotius Akerina, SE, M.Si menyatakan kepastian untuk mengalokasikan anggaran pembangunan jalan menuju desa tersebut pada ABPD tahun 2022.

Pernyataan Bupati ini, disampaikan didepan masyarakat Desa Neniari, desa Riring dan Rumahsoal, disela-sela kunjungannya di desa-desa yang berada di wilayah pegunungan Taniwel tersebut, Minggu (10/10/2021).

Untuk tahap pertama pembangunan jalan dari Rumahsoal ke Neniari, Akerina mengatakan. Akan dialokasikan anggaran sebesar 10 Miliar rupiah dalam APBD (SBB) tahun 2022.

“Setelah melihat dan mengalami sendiri apa yang dirasakan oleh masyarakat disini. Maka saya akan mengalokasikan 10 Miliar untuk pembangunan jalan dari Rumahsoal sampai ke Neniari.” Kata Akerina.

Pernyataan Bupati tersebut, tentu saja mendapat respon positif oleh masyarakat di desa-desa pegunungan Taniwel, khususnya masyarakat desa Neniari yang salama ini mearasa terisolir, akibat tidak adanya akses jalan menuju desa mereka.

Selain akses jalan, kata Bupati. Untuk menjawab kebutuhan masyarakat Neniari, makan fasilitas kesehatan setara Pokindes, juga akan dibangun.

“Selain jalan, Polindes juga akan kita bangun. Dan tenaga kesehatan akan kita tempatkan disini dan harus orang disini, agar selalu ada untuk melayani masyarakat disini.” Tandas Bupati.

Terkait dengan Rencana pembanguan jalan dan fasilitas kesehatan di desa Neniari, La Nyong Wakil Ketua DPRD (SBB), yang juga melakukan kunjungan ke desa Neniari saat dikonfirmasi mengatakan, siap mendukung Progam pemerintah daerah guna menjawab kebutuhan masyarakat.

Anggota DPRD dari PDI Perjuangan ini menambahkan, dengan melihat dan mengalami secara langsung kondisi masyarakat Neniari, maka dirinya memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah, karena sudah siap menjawab kebutuhan masyarakat di daerah pegunungan Taniwel.

“Kita jalan kaki untuk sampai Neniari ini kurang lebih empat jam, dengan jarak hampir 10 kilo. Untuk itu, setelah mendengar apa yang disampaikan Bupati. Maka selaku DPRD kami akan mendukung hal ini, demi kepentingan masyarakat Neniari.” Ujar La Nyong.

Daerah pegunungan Taniwel, khususnya desa Neniari merupakan salah satu desa yang selama ini terisolir akibat ketiadaan akses jalan menuju desa tersebut.

Untuk keperluan sehari-hari, masyarakat Neniari harus berjalan kaki melewati sungai dan pegunungan dengan jarak tempuh kurang lebih 10 kilo meter.

Dengan adanya rencana Pemerintah Kabupaten (SBB) untuk membangun jalan ke desa tersebut. Tentunya akan berdampak besar bagi kehidupan masyarakat yang berada di wilayah ini. (elo)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *