Pemkab SBB Mediasi Pertemuan Warga Tihulale-Waitibu

  • Whatsapp
banner 728x250

SBB, FajarMaluku.com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Barat (SBB), mengambil langkah bijak dalam mempertemukan warga desa Tihulale dan warga dusun Waitibu Kecamatan Amalatu.

Mediasi kedua kelompok warga yang tengah bersitegang pasca niat kembalinya warga Waitibu setelah mengungsi akibat konflik kemanusiaan di Maluku 1999 lalu, ke kampung lamanya di dusun Waitibu yang merupakan petuanan desa Tihulale, ditolak oleh masyarakat desa Tihulale

Bahkan, lokasi awal tempat hunian warga Waitibu, telah di Sasi Adat oleh Tihulale. Dengan demikian hal ini menjadi dasar masyarakat dan tokoh-tokoh adat desa Tihulale menolak keinginan warga Waitibu untuk kembali.

Mediasi yang menghadirkan Forkopimda  Kabupaten SBB yakni Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Kapolres, Dandim 1502/Masohi, Kepala Kejaksaan Piru dan Ketua Pengadilan Dataran Hunipopu ini, berlangsung di aula pertemuan kantor Bupati, Rabu (04/3). Ada dalam kegiatan tersebu, Sekda SBB beserta para pimpinan OPD serta perwakilan Komisi I dan II DPRD Kabupaten SBB.

Mengawali mediasi ini, Bupati M. Yasin Payapo dalam arahannya mengatakan, ini merupakan persoalan lama. Yang Pemda sendiri selalu mencoba untuk ada titik temu guna penyelesaian persoalan ini, secara persaudaraan.

Menurut Payapo, keamanan adalah kebutuhan kepentingan daerah. Oleh sebab itu, Pemda hadir untuk berupaya sedapat mungkin adanya satu persepsi, dalam rangka menyatukan semua pendapat.

Pantauan media ini, mediasi yang difasilitasi Pemda tersebut berjalan alot. Bahkan, seluruh Forkopimda yang hadir memberikan pandangan dan pemikiran-pemikiran guna jalan keluar bagi kedua kelompok warga Tihulale dan Waitibu.

Setelah mendengar berbagai pendapat dari pihak Tihulale dan pihak Waitibu lewat perwakilan masing-masing, Payapo dalam arahannya mengakhiri mediasi di hari itu mengatakan, belum ada titik temu antara kedua belah pihak.

Namun kata Payapo, ada masukan-masukan yang mengarah kepada solusi penyelesaian.

“Tadi ada masukan-masukan yang mengarah kepada solusi penyelesaian, yang disampaikan oleh Forkopimda dan juga perwakilan dari FKUB. Jadi tidak perlu saya ulangi.” Tegas Bupati.

Lanjut Payapo, terkait dengan persoalan ini, dirinya telah berembuk dengan Forkopimda, agar ketika persoalan ini tidak bisa diselesaikan. Serta tawaran-tawaran solusi juga sudah bisa menjadi jalan keluar. Maka Payapo menegaskan persoalan ini akan di bawah ke pengadilan.

“Namun masih ada ruang untuk mencari solusi. Karena, kita ini semua bersaudara. Dan ini merupakan tanggungjawab kita bersama.”

Dirinya meyakini kedua kelompok warga, bahwa tidak ada persolan yang tidak bisa diselesaikan. Untuk itu, Payapo berharap kedepan akan ada mediasi lanjutan lewat tim yang akan dibentuk oleh Pemda SBB. (FM-01).

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *