Pempus Kunjungi SBB, Tinjau Jembatan Wai Kaka

  • Whatsapp
banner 728x250

Piru, fajarmaluku.com- Pemerintah Pusat (Pempus) lewat kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Selasa (28/07) mengunjungi kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), dan langsung menuju desa Tala, kecamatan Amalatu guna meninjau langsung lokasi jembatan Wae Kaka yang rusak akibat diterpa banjir tahun kemarin.

Kedatangan Wamen PUPR Jhon Wempi Wetipo, SH, MH beserta rombangan Kementrian, disambut oleh Bupati SBB Drs. M.Yasin Payapo, M.pd, Kapolres SBB AKBP. Bayu Tarida Butar Butar S.IK, Dandim 1502 Letkol Inf. Nununh Wahyu Nugroho, Kepala Kejaksaan SBB Sugih Carvalho, SH,MH, Ketua Pengadilan Negri Dataran Honipopu, Johanis Dairumlah,SH,MH, beserta Pimpinan OPD lingkup Pemda SBB.

Setelah meninjau lokasi jembatan Wai Kaka, Wamen menyampaikan permintaan maaf kepada Pemda SBB, terkait peristiwa jembatan Wai Kaka. Kata Wamen, pemberlakuan PSBB di Maluku, menjadi kendala Kementrian PUPR untuk berkunjung ke Maluku, khususnya di kabupaten SBB.

“Sebenarnya, kami ingin berkunjung ke sini. Namun, terhalang karna di Maluku sedang di berlakukan PSBB. Sehingga, kami menunda sampai dengan hari ini. Dan kami dapat melihat kondisi jembatan ini secara langsung.” Ujar Wamen.

Wamen mengatakan, untuk anggaran perbaikan jembatan Wai Kaka sudah ada. Namun kondisi alam ini tidak bisa di prediksi. Sehingga, yang dibutuhkan saat ini adalah jembatan darurat segera di buat kembali, untuk mempermudah masyarakat dalam beraktivitas.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah, jembatan darurat harus segera dibangun untuk mempermudah mobilitas masyarakat. Sehingga aktivitas masyarakat bisa berjalan normal.”

Lanjutnya, apabila APBD Kabupaten kurang, maka Pemda dapat membuat surat ke Provinsi untuk mengahlikan statusnya ke Provinsi.

“Namun apabila Provinsi merasa tidak bisa menangani berdasarkan surat Bupati, Provinsi dapat mengusulkan untuk menjadi ruas jalan Nasional.” Tandas Wetipo.

Wetipo mengatakan, meskipun ABPD di tiap-tiap daerah terbatas, tetapi pemerintah pusat akan memaksimalkan, agar kerja menjadi lebih baik.

Sementara itu kepala seksi Preservasi Balai Jalan Nasional XVI Ambon Adrian Laukon ST,MT, dalam kesempatan tersebut mengatakan. Terkait dengan Jembatan Wai Kaka akan di bongkar dan dibuat jembatan panjang dengan bentang 80 meter, dengan menggunakan sistim rangka karna dibutuhkan pelaksana yang cepat.

“Pembuatan jembatan Wai Kaka sudah di kontrak dan tinggal di kerjakan namun masih terhalang karena jembatan darurat belum dikerjakan kembali karena kondisi banjir.” Ujar Adrian.

Terangnya, pembuatan jembatan Wai Kaka, akan di usahakan selesai sebelum bulan Mei tahun 2021 karna bulan tersebut sudah masuk pada musim Penghujan.

“Kendala yang kita hadapi adalah faktor alam yaitu banjir sehingga pekerjaan menjadi terhambat. Tapi akan kita usahakan untuk dikerjakan secepatnya.” Tandas Adrian. (elo)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *