Press Release Kasus Cinabar, Polres SBB Hadirkan 13 Tersangka

  • Whatsapp
banner 728x250

Piru, FajarMaluku.com- Bertempat di aula pertemuan Mapolres Seram Bagian Barat (SBB), Polres SBB menggelar Press Release terkait Pengungkapan Tindak Pidana Pertambangan Mineral dan Batu Bara, Jumat (28/2).

Hadir dalam Press Release tersebut, Kapolres SBB AKBP Bayu Tarida Butar-butar, S.Ik, didampingi Wakapolres AKP Akmil Djapa, Kasat Reskrim Mido Johanes Manik, serta beberapa pejabat Polres dan anggota Satreskrim lainnya.

Selain menunjukan barang bukti sitaan  dari tangan tersangka, pihak Polres juga menghadirkan 13 orang tersangka, 3 diantaranya perempuan.

Kapolres dalam membacakan Press Release tersebut mengatakan, upaya pengungkapan penambangan ilegal batu bara dan mineral ini telah dilakukan sejak bulan Januari sampai bulan Februari 2020. Dimana, Polres SBB bekerjasama dengan Polsek Huamual, telah melakukan penangkapan terhadap tersangka tindak pidana sebanyak 13 orang, berdasarkan 3 laporan polisi.

Laporan pertama Nomor : LP – A/03/II/2020/Maluku/Res-SBB tanggal 8 Januari 2020. TKP Jalan Trans Seram dusun Laala desa Loki Kecamatan Huamual.

Kronologis singkat kejadian, berawal dari petugas Pospol Subsektor Laala sedang melakukan Razia, kemudian memberhentikan mobil suzuky APV yang dikemudikan tersangka Fendy (31), bersama-sama dengan tersangka Fentje (52). Selanjutnya petugas melakukan pemeriksaan dalam mobil, sehingga ditemukan adanya beberapa karung yang berisi batu Cinabar. Kemudian dilakukan pengembangan terhadap tersangka lainnya yakni, Mances (29), Fatmawati alis Fat (26), Achmad (39), Mocshin (41) dan Narwati (37).

Adapun barang bukti yang berhasil disita berupa batu Cinabar dengan berta total 146 kg. Satu unit mobil APV, uang tunai sebanyak 16.700.000 rupiah, satu buah hp merek Vivo, satu ikat karung bulog ukuran 15 kg, 18 lembar kertas print out rekening koran, 1 buah buku tabungan dan satu buah kartu ATM.

Modus operandi, tersangka Narwati berperan membantu dengan cara memberikan sejumlah uang kepada tersangka Mardi untuk melakukan pembelian sehingga, terjadi proses jual beli dan pengangkutan batu Cinabar. Narwati kemudian menyuruh Fendi melakukan jual beli batu Cinabar dari para penambang ilegal, yang ada disekitar gunung batu tembaga. Kemudian tersangka Fendi dan Fat melakukan transaksi jual beli dengan mobil APV bersama tersangka Fentje. Sedangkan tersangka Mochsen bersama tersangka Ahmad, melakukan penambangan batu Cinabar, kemudian menjualnya kepada Fendi dan Fat.

Sementara laporan polisi Nomor : LP- A/11/II/2020/Maluku/Res SBB, tanggal 06 Februari 2020. TKP area Kebun Cengkeh dusun Jakatra Baru desa Loki Kecamatan Huamual.

Kronologisnya, berdasarkan informasi dari warga, petugas kepolisian mendapatkan tersangka Bahri (20) bersama tersangka Emang dan Baco alias Coken (DPO), yang sedang melakukan pengolahan batu Cinabar menjadi Air Raksa. Tersangka Bahri diketahui mendapat batu Cinabar dari tersangka Anwar (35). Kemudian Air Raksa hasil olahan Bahri di jual kepada La Subu, melalui perantara tersangkan Indra (DPO). La Subu lalu menjual kembali Air Raksa tersebut kepada tersangka Asria (36), dan tersangka La Seni yang adalah suami Asria.

Barang bukti yang berhasil disita dalam berdasarkan laporan kedua ini berupa, 1 botol Air Raksa seberat 7,2 kg, 1 karung ampas sisa olahan Cinabar seberat 6,6 kg, 1 karung Kapur Api seberat 3,5 kg, 2 buah pipa besi, 1 buah drum besi (modifikasi), 1 buah parang panjang, 1 buah kapak, 1 buah tas ransel, 1 buah senter kepala, 1 buah masker, 1 buah linggis, 1 buah betel, 4 unit hp merek Samsung dan Nokia, uang tunai sejumlah 3.370.000 rupiah, 2 unit sepeda motor Honda, 1 buah buku rekening bank dan 6 lembar kertas print out rekening koran laporan transaksi.

Laporan ketiga Nomor : LP – A/01/II/2020/Maluku/Res SBB/Sek Huamual tanggal 20 Februari 2020. TKP Gunung Tembaga desa Iha Kecamatan Huamual.

Kronologis singkat kejadian, pada waktu dan tempat tersebut telah terjadi tindak pidana bidang pertambangan mineral dan batu bara, yang mana Nadin Tuhuteru (25), melakukan penambangan tanpa ijin yang sah dari pemerintah. Dengan barang bukti 1 karung batu Cinabar seberat 6 kg.

Adapun pasal-pasal yang di sangkakan dan ancaman hukuman bagi para tersangka adalah, pasal 158 dan atau pasal 161 Undang-undang RI Nomor 04 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP pidana.

Pasal 158 UU Nomor 04 tahun 2009; Pidana Penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak 10 Miliar Rupiah. Sedangkan pasal 161 UU Nomor 04 tahun 2009; Pidana Penjara paling lama 10 tahun, dan denda paling banyak 10 Miliar Rupiah.

Diakhir penyampaian Press Releasenya Kapolres menyatakan, sesuai pemeriksaan yang telah dilakukan, maka ke 13 tersangka tersebut belum tentu dikenakan pasal yang sama.

“Karena peran mereka berbeda-beda. Ada yang sebagai penampung, ada yang penambang, ada yang sebagi pemodal dan ada yang sebagai perantara, antar pemodal dan penambang dilapangan, ada juga sebagai pengolah.” Papar Bayu.

Dengan demikian kata Bayu, penerapan pasal akan disesuaikan dengan pemeriksaan dari penyidik. (FM-01)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *