Sangaji : Panduan Pembelajaran Dimasa Pendemi Covid-19 Gunakan SKB Empat Menteri

  • Whatsapp
banner 728x250

Piru, fajarmaluku.com- Pemeritah akan mengumumkan kebijakan mengenai jadwal Tahun Ajaran Baru 2020-2021 setelah empat Menteri menggelar rapat koordinasi, yang kemudian dicetuskan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB).

SKB empat menteri tersebut adalah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Menteri Agama Fachrul Razi, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Selain itu, SKB tersebut akan disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Efendi, Kepala Badan Nasional Penanggulanggan Bencana dan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo dan Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Drs. M. Sangadji, saat ditemui awak media diruang kerjanya, Selasa (16/06).

Kata Sangaji, dirinya bermaksud mengumumkan kebijakan tersebut untuk mempersiapkan masyarakat memasuki era kebiasaan baru di tengah pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) dalam bentuk SKB.

Tambah Sangaji, SKB ini akan menjadi Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19. Sebab lanjut dia, sektor pendidikan berbeda dengan sektor umum lainnya.

Tuturnya, kebiasaan baru di sektor pendidikan dengan karakteristiknya memerlukan pendekatan yang berbeda.

Rencananya Sangaji akan mengumumkan SKB empat menteri terkait Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19 tersebut dalam waktu dekat.

“Jika tidak ada aral melintang, waktu pemberlakuan ini akan dilakukan pada bulan Juli tahun ini.” Ucap Sangaji.

Tambahnya, sebelum memasuki masa new normal, memang muncul kekhawatiran yang dirasakan para orang tua terkait kegiatan sekolah. Yakni, bagaimana keamanan terkait kesehatan anak-anak mereka nantinya.

Terkait hal itu, Sangaji mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menegaskan, hanya sekolah di zona hijau yang dapat kembali membuka pengajaran secara tatap muka di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

“Artinya, sekolah tersebut dapat kembali buka untuk menerapkan kegiatan belajar mengajar. Sedangkan, pada zona merah dan kuning tidak dapat menerapkan proses belajar mengajar secara langsung karna pembelajaran tersebut mengacu pada SKB empat menteri tadi,” tutup Kadis. ( FM-01)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *