Satu Lagi Warga SBB Positif Covid-19, Sementara Satu Hasil Rapit Test Reaktif

  • Whatsapp
banner 728x250

Piru, fajarmaluku.com- Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), kembali masuk zona merah, sesuai data dari Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan (GTPP) Covid-19 Provinsi Maluku sejak beberapa hari lalu.

Masuknya SBB dalam zona merah Covid-19 sesuai data GTPP Provinsi, setelah satu orang warga SBB berinisial RA yang merupakan anggota TNI aktif, dinyatakan positif terjangkit virus Corona, berdasarkan hasil Swab. Bahkan, dalam konferensi pers yang digelar Tim GTPP kabupaten SBB, diketahui, ada satu lagi warga kecamatan Huamual Belakang hasil Rapit Testnya Reaktif.

Dalam konferensi pers yang berlangsung di lantai 2 (dua) kantor Bupati SBB tersebut, tim GTPP kabupaten SBB melalui juru bicara Henry Mandaku dan dr. Y. Tapang mengatakan, GTPP kabupaten SBB baru saja menerima hasil PCR positif, salah satu anggota TNI berinisial RA.

Sementara itu dr. Y. Tapang yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas (Kadis) kabupaten SBB menuturkan, RA baru saja pulang dari mengikuti pendidikan TNI di markas TNI desa Suli dan pulang ke SBB karena libu hari Lebaran.

“Yang bersangkutan adalah warga dusun Pelita Jaya desa Ety, yang baru saja mengikuti pendidikan di Suli dan pulang ke kampung dalam rangka libur Lebaran.” Ujar Tapang.

Lanjut Tapang, RA diketahui positif terjangkit virus Corona setelah dilakukan Rapit Test bersamaan dengan 75 anggota Koramil Piru. Dan dari hasil Rapit Test terhadap keseluruhan anggota TNI tersebut, seluruhnya negatif, kecuali RA yang hasilnya Reaktif.

Tapang menjelaskan, yang bersangkutan datang ke Piru hari Selasa (19/05). Dan datang ke Koramil Piru hari Rabu (20/05) pagi untuk melapor ke Danramil. Pada saat yang bersamaan, dinas kesehatan kabupaten SBB, sedang melakukan Rapit Test untuk seluruh anggota Koramil yang bertugas di GTPP kecamatan.

“Dari semua anggota yang di Rapit Test, hasilnya negatif. Untuk RA ini namanya tidak ada dalam daftar untuk di Rapit, namun pada saat dia datang melapor, dia sedang flu. Dan ketika ditanya, yang bersangkutan mengaku baru dari Ambon, makanya kita juga melakukan Rapit terhadap RA dan hasilnya Reaktif.” Jelas Tapang.

Saat itu juga lanjut Tapang, RA langsung diisolasi di RSUD Piru. Hari itu juga, Swab dari RA langsung di ambil dan pada hari Kamis (21/05), RA dipindahkan ke lokasi karantina Rumah Susun (Rusun) Pemda.

“Setelah ditempatkan di Rusun, empat hari kemudian hasil Swab RA sudah keluar kemarin (Selasa, 26/05) pukul setengah enam sore. Dan hasil Swab yang kita dapat itu RA positif Covid-19,” terangnya.

Tambanya, setelah diketahui positif, RA langsung dibawa ke RSUD Piru untuk dirawat dan diberi obat anti virus, serta untuk di cek perkembangannya setiap hari.

“Karena kalau di Rusun itu susah untuk penanganan dokter setiap hari, karena harus ditangani oleh dokter ahli. Itu alasannya mengapa kita kembalikan RA ke rumah sakit.” Jelasnya.

Sementara itu, terkait dengan satu warga Waesala kecamatan Huamual Belakang yang hasil Rapit Testnya Reaktif, Tapang mengatakan tim kesehatan telah menjemput yang bersangkutan untuk diisolasi.

“Warga Waesala yang kita jemput ini diketahui tinggal dan berjualan di desa Batu Merah kota Ambon. Dan ketika mengalami sakit batuk, dan karena berasal dari daerah zona merah, makanya pihak Puskesmas Waesala langusung melakukan Rapit Test dan hasilnya Reaktif. Dan setelah mendapat laporan dari kepala Puskesmas Waesala, kita langsung jemput orang ini, untuk diisolasi.” Bebernya.

Lanjut Tapang, saat ini pihak RSUD Piru sedang menunggu alat untuk melakukan Swab terhadap warga Waesala tersebut. (FM-01)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *