Sembuh Dari Corona, AS Keluar Dari RSUD Piru

  • Whatsapp
banner 728x250

Piru, fajarmaluku.com- Setelah menjalani perawatan selama 21 hari di ruang isolasi RSUD Piru, akibat terpapar Virus Vorona Disease 2019 (Covid-19), Apriyana Sepa (AS) diperolehkan pulang oleh pihak RSUD, setelah dinyatakan sembuh.

Bertempat di RUSD Piru Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Senin (29/06), tim Covid-19 RSUD menyerahkan Surat Keterangan Pemeriksaan (SKP), yang menyatakan AS telah terbebas dari Covid-19 dan diperbolehkan kembali ke keluarga, namun masih harus menjalani karantina mandiri sema 10 hari.

Pada kesempatan itu, ketua tim Covid-19 RSUD Piru, dr. Leili Diniyati Pawa, S.Pd yang dimintai keterangannya terkait kesembuhan AS, kepada awak media mengatakan, AS dinyatakan sembuh dan boleh pulang, setelah dua kali melakukan Swab dan hasilnya negatif.

Terkait dengan kesembuhan AS, dokter Leili menyampaikan terimakasih kepada pemerintah daerah SBB atas bantuan baik fisik maupun psikis.

“Terimakasih juga kepada tim medis rumah sakit. Direktur, dokter-dokter yang bertugas maupun perawat dan semua pihak di RSUD ini, yang sudah bekerjasama dengan baik, untuk merawat pasien hingga dinyatakan bebas dari Covid-19,” ungkap Leili.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Direktur RSUD Piru, dr. Johan Selanno, Sp.OG mengaku, jika kesembuha AS di RSUD Piru adalah sesuatu yang harus diapresiasi.

Kata dia, kesembuhan AS yang dirawat oleh tim medis RSUD Piru selama 21 hari, adalah hasil kerjasama tim medis yang ada.

“Semoga kesembuhan AS ini dapat menjadi contoh untuk kedepan pasien-pasien yang sudah terkonfirmasi, kita dapat melakukan perawatan secara lebih intes.” Tandas Selanno.

Selanno menambahkan, semoga kedepannya pasien positif Covid-19 di kabupaten SBB semakin menurun. Lanjut dia, saat ini pihak RSUD sedang merawat satu pasien, diharapkan nantinya menggu depan hasil pemeriksaan Swab pasien tersebut bisa negatif.

“Saat ini kita sedang merawat satu pasien covid. Minggu depan kita akan melakukan Swab dan semoga hasilnya bisa negatif, sehingga kabupaten ini bisa terbebas dari Covid-19.” Ujarnya.

Disinggung soal fasilitas isolasi yang ada di RSUD, direktur mengatakan, untuk saat ini ada 3 ruang perawatan, dengan 10 tempat tidur dengan spesifikasi ODP dan PDP. Sedangkan untuk petugas medis ada 15 orang yang selalu siap, dan dikarantina pada ruangan tertentu.

“Untuk semua fasilitas, kita disuport oleh pemerintah daerah. Untuk itu kami menyampaikan terimakasih kepada pemerintah atas semua fasilitas pendukung yang ada ini.” Papar Selanno.

Untuk diketahui, AS sebelumnya adalah pegawai honorer di RSUD Piru yang terkonfirmasi positif Covid-19, setelah melalui hasil Swab yang dikeluarkan dinas kesehatan Provinsi Maluku pada 12 Juni lalu. (FM01)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *