Tapang : Status Pasien Yang Dirujuk Ke Ambon Masih ODP

  • Whatsapp
banner 728x250

SBB, FajarMaluku.com- Masyarakat sekitar kota Piru kecamatan Seram Barat kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), sempat heboh terkait kabar adanya Pasien Dalam Pengawasan (PDP), yang kemudian dirujuk oleh RSUD Piru, ke Ambon.

Apalagi, kabar yang dihembuskan jika pasien yang diduga PDP tersebut, diantar oleh petugas medis RSUD Piru, dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Hal ini yang semakin meyakinkan masyarakat setempat jika, pasien tersebut benar-benar PDP.

Menepis isu tersebut, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan kabupaten SBB, dr. Y. Tapang, M.Kes, kepada awak media, Sabtu (28/03). Membantah ada informasi tersebut.

“Belum, pasien ini masih ODP. Malah belum terlalu jelas, karena dia hanya demam panas saja. Tidak ada batuk dan flu, cuma memang panasnya tinggi, lebih dari empat puluh derajat.” Tegas Tapang.

Terkait dengan suhu tubuh pasien yang terlalu tinggi, maka pihak RSUD mengambil langkah untuk dirujuk ke Ambon. Karena menurut Tapang, fasilitas yang ada di RUSD Piru tidak lengkap.

“Labnya juga tidak lengkap, untuk itu lebih lanjut kita bawa ke Ambon.” Ujarnya.

Persoalan menyangkut petugas medis yang menggunakan pakaian APD lengkap, kata Tapang, itu sudah sesuai protap. Karena jika merujuk pasien OPD harus menggunakan APD agar tidak tertular, jika pasiennya positif terjangkit virus Corona.

“Jika tidak gunakan pakaian yang lengkap, dan ternyata hasil pemeriksaan pasiennya positif, maka sudah pasti petugas kesehatan akan kena. Jadi itu sudah protap, setiap petugas yang antar pasien ODP, PDP maupun yang positif, harus pakai APD lengkap. Jadi jangan lihat petugas pakai APD lantas menyimpulkan pasien itu positif.” Terang Kadis.

Kadis menjelaskan, OPD yang dirujuk tersebut baru datang dari Jakarta pada 9 Maret lalu. Dan sudah 10 (sepuluh) hari di SBB.

“Jadi dia sudah sepuluh hari disini SBB, cuma kemarin dia demam. Dan setelah saya periksa, mungkin karena cape bekerja menurut saya. Karena dari keterangan yang kita terima, selama tiga hari ini yang bersangkutan kerja tugas online dari dosen hingga larut malam.” Paparnya.

Dalam kesempatan itu, Tapang memaparkan jika sejauh ini, ODP di kabupaten SBB sudah 13 orang. Ditambah satu yang baru dirujuk ke Ambon, menjadi 14 orang. Namun kata dia, 13 orang OPD tersebut kondisi kesehatannya sudah membaik.

Kepada masyarakat, Tapang menghimbau untuk tetap tenang, dan jangan memberikan isu-isu sembarangan. (FM-01)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *