Tiga Kasus Ditangani, Polres SBB Gelar Konfrensi Pers

  • Whatsapp
banner 728x250

Piru, fajarmaluku.com- Kepolisian Resor (Polres) Seram Bagian Barat (SBB) melalui Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim), menggelar konferensi pers terkait dengan 3 (tiga) kasus yang sedang ditangani. Konferensi pers tersebut dipimpin langsung Kapolres SBB, AKBP Bayu Tarida Butar Butar, S.Ik didampingi Kasat Reskrim Polres SBB, IPTU Peter Matahelemual yang berlangsung didepan Mapolres SBB, Selasa (27/10).

Kapolres SBB Bayu Tarida Butar Butar mengatakan konferensi pers dilakukan untuk melaporkan penanganan 3 kasus yang ditangani, yaitu kasus tindak pidana Pembunuhan dan atau Penganiayaan, Pengrusakan dan Pembakaran Rumah serta kasus Penggunaan Merek Tanpa Hak.

Dalam konfrensi pers yang berlangsung tersebut, selain para tersangka, beberapa barang bukti terkait 3 kasus tersebut diperlihatkan. Diantaranya, sebuah Parang, Sebuah Pisau, Satu Unit Sepeda Motor, Beberapa Pakaian, satu buah handphone dan beberapa barang bukti lainnya.

Kapolres menjelaskan, terkait kasus pengrusakan dan pembakaran yang terjadi di desa Lohia Tala, Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), berdasarkan laporan dari 3 korban berbeda, maka ditetapkan 24 tersangka.

Sementara itu, terkait kasus Penikaman dan Pembacokan di dusun Translok desa Eti kecamatan Seram Barat, yang mengakibatkan 2 korban meninggal dunia, Butar Butar menjelaskan, satu dari dua korban yang meninggal dunia berinisial (LL) warga dusun Translok, dengan 2 tersangka (JP) dan (ASL).

Inisial terakhir yang disebutkan, selain menjadi tersangka, juga menjadi korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Dua tersangka lainnya dalam kasus penikaman dan pembacokan tersebut masing-masing (YP) dan (VP) dan pada laporan polisi lainnya, juga terdapat korban luka (SL) dengan tersangka (FT) alias Fio.

Selain dua kasus tersebut, Kapolres juga menjelaskan terkait kasus Penggunaan Merek tanpa ijin yang melibatkan Pemda SBB dan Pengusa Minyak Harum Maluku.

Disampaikan, setelah melakukan pemeriksaan terhadap 10 orang termasuk 2 orang saksi ahli, maka Polres SBB menyimpulkan, bahwa pasal 100 ayat 2 UU RI Nomor 20 tahun 2016 tentang merek dan indikasi geografis. Dan pasal 372/378 KUHP Pidana, tidak terpenuhi unsur pidananya.

Untuk itu, kasus ketiga menyangkut penggunaan hak merek tanpa izin, hanya sampai ditingkat penyelidikan. Dengan demikian, kasus tersebut dianggap selesai. (elo)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *