Pihak Ketiga Cuek, Rusun Pemda Belum Bisa Ditempati

  • Whatsapp
banner 728x250

SBB,FajarMaluku.com- Pembangunan Rumah Susun (Rusun) milik Pemda Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), telah selesai dibangun.

Rusun yang terdiri dari 2 (dua) bangunan mewah ini telah berdiri gagah, dengan 42 kamar yang telah terisi dengan fasilitas meubeler. Seperti, meja, kursi, tempat tidur dan beberapa fasilitas lainnya. Namun, hingga kini, aset Pemda tersebut belum bisa ditempati.

Ditemui diruang kerjanya, Rabu (04/3). Kepala Dinas (Kadis) Perumahan dan Pemukiman SBB Zulkifli Soulisa kepada media ini menerangkan. Alasan belum bisa ditempatinya Rusun tersebut, karena kebutuhan primer di tempat itu belum terpenuhi.

“Kebutuhan primernya adalah listrik dan juga air. Selama ini yang menjadi salah satu kendala utama adalah listrik dan air, yang belum tersedia di Rusun.” Terang Kadis.

Persoalan terkait listrik dan air yang belum tersedia di Rusun tersebut kata Soulisa, sepenuhnya masih menjadi tanggungjawab pihak ketiga (kontraktor), yang dalam hal ini adalah Asuya atau yang akrab disapa Uya. Salah satu kontraktor lokal di Piru.

Soulisa mengatakan, awal penyerahan Rusun tersebut dari Satuan Kerja (Satker) Perumahan Provinsi Maluku kepada Pemda SBB, lewat penandatanganan penyerahan, namun semua fasilitas itu belum lengkap.

Dikatakan, kendati bukan tanggungjawab Pemda SBB, namun dinas Perumahan dan Pemukiman SBB telah melakukan upaya pemasangan jaringan listrik dari jalan utama masuk ke lokasi Rusun.

“Kita tarik aliran listrik dari jalan utama ke lokasi Rusun itu, jaraknya hampir dua kilo. Walaupun sebenarnya itu bukan tanggungjawab kita, namun demi kepentingan bersama kita lakukan.” Tandas Solisa.

Dikatakan, pihaknya telah dua kali menyurati Uya terkait dengan sisa pekerjaan yang belum diselesaikan. Bahkan, Soulisa mengaku, telah dua kali menemui Iya di rumahnya, akan tetapi hingga kini yang bersangkutan tidak bergeming untuk menyelesaikan sisa pekerjaannya.

Kata dia, tanggungjawab Uya adalah air dan listrik. Soal listrik sudah dipermudah, karena pihaknya dinas Perumahan telah melakukan langkah penarikan jaringan hingga masuk ke lokasi Rusun.

“Kini tanggungjawab dia (Uya) sudah ringan, karena tinggal air dan pemasangan meteran listrik pada tiap kamar. Dan ini sudah kita koordinasikan, namun ya begitulah, dia masih cuek,” sesal Soulisa.

Lanjutnya, pihak Uya pernah pengadaan mesin pompa air, namun karena mesin pompa tersebut ditempatkan di luar ruangan, akhirnya mesin tersebut dicuri orang. Ketika pihak dinas mengkoordinasikan dengan Uya, yang bersangkutan malah tidak ingin mengganti.

Suolisa sendiri berharap agar Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) dapat meninjau lokasi Rusun dan memanggil pihak ketiga yang mengerjakan Rusun tersebut, sehingga diharapkan akan ada jalan keluar guna penyelesaian Rusun dimaksud.

“Karena banyak yang sudah bertanya untuk tinggal di Rusun, tapi kalau fasilitasnya belum lengkap tidak bisa.” Ucap Suolisa.

Sementara itu, hingga berita ini di publikasikan, pihak Uya yang dihubungi lewat telepon selulernya, tidak bisa terhubung. (FM-01)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *